Rancang Strategi Baru, Honda Fokus pada Mobil Listrik Murah

Peningkatan minat terhadap kendaraan listrik yang semakin terjangkau terus dimanfaatkan oleh Honda dan berencana hadirkan kendaraan listrik terjangkau dengan harga di bawah 30.000 USD di Amerika.

Diterbitkan 14 November 2025, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan minat terhadap kendaraan listrik yang semakin terjangkau terus dimanfaatkan oleh Honda. Produsen otomotif asal Jepang itu melihat kendaraan listrik dengan harga di bawah 30.000 USD akan menjadi segmen paling kompetitif di pasar, khususnya di Amerika Serikat.

Saat ini, Honda baru menjual satu model kendaraan listrik penuh di pasar AS, yakni Honda Prologue, mobil yang dibangun di atas platform Ultium milik General Motors (GM) yang mirip Chevy Equinox EV dan model listrik GM lainnya.

Disitat dari laman Electrek, Honda mengonfirmasi bahwa Acura ZDX tidak akan kembali untuk model tahun 2026 karena perusahaan tengah menyiapkan jajaran kendaraan listrik baru dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025, Honda memperkenalkan mobil Super-ONE, prototipe kendaraan listrik terkecil dan termurah yang rencananya akan diluncurkan di Jepang tahun depan.

Setelah itu, model ini akan diperluas ke pasar Eropa, Inggris, dan beberapa negara lain.

Meski mobil Super-ONE kemungkinan tidak akan dipasarkan di AS, Honda tetap berencana menghadirkan EV terjangkau dengan harga di bawah 30.000 USD atau setara Rp 500 jutaan untuk konsumen Amerika.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, menegaskan bahwa ke depan, kompetisi utama di pasar AS akan berfokus pada kendaraan listrik murah.

“Jadi, untuk ke depannya, kami akan mempertimbangkan menghadirkan EV di bawah 30.000 USD juga. Namun, jangan berharap hal itu terjadi dalam waktu dekat,” ujar Mibe.

Faktor Tertundanya Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Menurutnya, kebijakan pemerintahan Donald Trump yang menghapus insentif pajak federal sebesar 7.500 USD dan mengakhiri dukungan terhadap kendaraan listrik menjadi faktor penunda utama.

Honda menilai, kondisi tersebut memberi waktu bagi mereka untuk menyiapkan strategi yang lebih matang.

“Yang menyulitkan tentu saja dihapusnya subsidi IRA. Dengan kebijakan baru di bawah pemerintahan Trump, kami merasa pertumbuhan kendaraan listrik mungkin tertunda sekitar lima tahun ke depan,” jelas Mibe.

Karena perubahan iklim pasar tersebut, Honda menargetkan peluncuran EV terjangkau di bawah 30.000 USD menjelang akhir dekade ini, atau sekitar tahun 2030.

Selain itu, Honda juga berencana memperkenalkan mobil sport listrik, meskipun waktunya masih belum diputuskan.

“Mengingat kondisi elektrifikasi yang melambat, agak sulit menentukan kapan kami akan meluncurkannya,” tambah Mibe.

Sementara menunggu momentum yang tepat untuk pasar EV, Honda akan memfokuskan strategi jangka pendek pada kendaraan hibrida.

Perusahaan menyiapkan platform hibrida midsize generasi berikutnya yang dijadwalkan rilis pada tahun 2027.

Menariknya, meski belum banyak model listrik murah yang hadir, Honda tetap berupaya menjaga daya tarik pasar dengan menawarkan diskon hingga 16.500 USD atau Rp 270 jutaan untuk pembelian Honda Prologue 2025 di sejumlah negara bagian AS, sebuah langkah yang menunjukkan komitmen Honda untuk tetap relevan di era transisi menuju elektrifikasi.