Xpeng P7 Pecahkan Rekor Ketahanan 24 Jam, Tembus 3.961 Km dan Kalahkan Xiaomi YU7

Xpeng P7 berhasil mencetak rekor baru dalam uji ketahanan 24 jam dengan jarak tempuh 3.961 km, melampaui rekor sebelumnya milik Xiaomi YU7 yang menempuh 3.944 km pada April lalu.

Diterbitkan 18 Agustus 2025, 13:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mobil listrik Xpeng P7 berhasil mencatat rekor baru dalam uji ketahanan 24 jam dengan menempuh jarak 3.961 km, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Xiaomi YU7 dengan 3.944 km pada April lalu.

Pengujian ini dilakukan pada 13 Agustus 2025 di Tiongkok, tepat setelah pemesanan P7 resmi dibuka. Uji ketahanan ini diawasi langsung oleh China Automotive Technology and Research Centre (CATARC) untuk menilai performa berkelanjutan sekaligus efisiensi pengisian daya mobil listrik.

Berdasarkan laporan Paultan.org, Senin (18/8/2025), tes berlangsung dengan metode mengemudi tanpa henti selama 24 jam.

Mobil harus tetap melaju dengan kecepatan tinggi, sementara pengemudi bergantian dan mobil melakukan pengisian daya singkat.

Faktor kecepatan pengisian baterai menjadi penentu penting, sebab terlalu lama berhenti akan mengurangi jarak tempuh total.

Meski Xpeng tidak merinci detail percobaannya, catatan sebelumnya dari Xiaomi YU7 menunjukkan kecepatan rata-rata lebih dari 210 km/jam dengan 30 kali sesi pengisian daya singkat berdurasi 10–12 menit per sesi.

Rekor Global Mobil Listrik

Rekor ketahanan mobil listrik bukan hanya milik produsen Tiongkok. Sebelumnya, Porsche Taycan mencatat 3.425 km pada 2019 dengan kecepatan rata-rata 205 km/jam.

Mercedes-Benz CLA berteknologi EQ juga sempat mencatat 3.717 km dengan 40 kali pengisian. Namun kini Xpeng P7 menjadi pemegang rekor tertinggi, melampaui Xiaomi YU7 dan mencatatkan diri di puncak dengan 3.961 km.

Menariknya, tantangan ini lahir dari “rivalitas bersahabat” antara dua raksasa teknologi otomotif Tiongkok.

CEO Xpeng, He Xiaopeng, mengungkapkan lewat Weibo bahwa ide uji ketahanan ini datang langsung dari pendiri sekaligus CEO Xiaomi, Lei Jun.

Persaingan keduanya pun dibandingkan dengan rivalitas sengit di dunia supercar seperti Rimac dan Koenigsegg.