Ignasius Jonan: Kendaraan Hybrid Lebih Cocok di Indonesia

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengklaim, bila Indonesia belum sepenuhnya siap mengganti mobil konvensional menjadi bertenaga listrik.

Diterbitkan 29 Juli 2025, 18:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengklaim, bila Indonesia belum sepenuhnya siap mengganti mobil konvensional menjadi bertenaga listrik.

"Untuk 25 tahun atau 1 generasi ke depan dari sekarang, mereka ini Gen Z dan Alpha, yang cocok adalah PHEV atau hybrid," ungkap Ignasius, di The 19th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2025, Rabu (29/7/2025). 

Ignasius menilai, Indonesia belum siap secara infrastruktur untuk meletakan secara merata stasiun pengisian kendaraan listrik sebanyak SPBU ataupun SPBG.

"Untuk buat charging station sebanyak SPBU atau gas di Indonesia, apakah bisa? Karena Waktu tahun 2016 saat saya ditugaskan di Kementerian ESDM, dari 7.500 kecamatan, SPBU resmi hanya ada di 1.500 kecamatan saja. Jadi inilah tantangannya untuk memperbanyak charging station,"tuturnya.

Lalu alasan lainnya adalah, PLN sebagai operator pengisian kendaraan listrik dinilai belum mampu membuat smart grid.

Seperti mempertimbangkan perlu berapa mega atau giga watt yang harus disediakan dan dipastikan tercukupi selama 24 jam.

"Terakhir, bagaimana nanti sisa baterainya? Treatment-nya gimana?" ujarnya.

Belum lagi tren zaman sudah berubah. Bila hari ini Gen Z dan Alpha itu membutuhkan mobil, belum tentu beberapa tahun ke depan juga butuh.

Bisa jadi kebutuhan mereka sudah tercukupi dengan adanya taksi-taksi online yang mudah didapat.

"Mereka itu enggak kayak kita yang fokus pada satu tempat, enggan berpergian, mereka mobilitasnya tinggi, inginnya praktis. Jadi pengusaha indusri otomotif perlu survei keinginan itu ke usia-usia seperti mereka, 20 hingga 30an, maunya seperti apa?" katanya.

Para Pembicara

Sementara, dalam kesempatan GIAC 2025, ada beberapa pembicara yang dihadirkan untuk menjawab tantangan kendaraan ramah lingkungan, seperti cita-cita pemerintah.

Para pembicara tersebut adalah Hao Quoc Tien, Deputy Chief Executive Officer of the Asia Region Toyota Asia DCEO.

Lalu, Mikael Hagsten, selaku Retail Operation Volvo Cars Corporation, Evin Ye selaku VP President Geely Auto International Corporation, serta Alin Halimutassidiah, selaku Head of Green Economy and Climate Research Friup LPEM BEM UI. 

Â