Sukses

Bangun Pabrik Mobil Listrik di Amerika Serikat, VinFast Bidik Penjualan 1 Juta Unit

Liputan6.com, Jakarta - Pabrikan otomotif lokal Vietnam, VinFast berharap bisa jual satu juta unit mobil listrik secara global dalam lima atau enam tahun mendatang. Hal tersebut, ditegaskan oleh CEO VinFast, Le Thi Thu Thuy, saat berbincang dengan Asia Nikei, ditulis Sabtu (6/8/2022).

Bahkan, pada awal tahun ini VinFast telah mengumumkan untuk membangun pabrik khusus kendaraan listrik di Amerika Serikat. Total investasinya sendiri mencapai US$2 miliar.

Fasilitas perakitan mobil listrik ini sendiri akan berlokasi di Triangle Innovation Point, di Chatham Country, Amerika Serikat.

Rencananya, pembangunan akan dilakukan pada semester dua 2022, dan diharapkan produksi dimulai pada Juli 2024.

Pabrik kendaraan listrik milik VinFast ini, akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 hektar, dan akan menampilkan dua area utama, yaitu untuk produksi mobil listrik dan bus. Kemudian, yang kedua, untuk fasilitas pasokan produksi.

Sebagai langkah awalnya, pada awal produksi tersebut mereka nantinya masih akan menerima pasokan dari pemasok mereka.

Namun, ke depannya mereka akan memulai untuk memproduksi segala sesuatunya secara mandiri.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Pabrik sel baterai

Pada Desember 2021, Vingroup mengatakan telah memulai pembangunan pabrik sel baterai di Vietnam sehingga VinFast dapat memiliki rantai pasokan baterainya.

Sesuai targetnya, perusahaan ini ingin memproduksi sebanyak 100.000 paket baterai per tahun dengan nilai investasi USD 174 juta atau setara dengan Rp 2,5 triliun.

Melalui pembangunan pabrik di Amerika Serikat tersebut, VinFast juga ingin memberikan komitmen bahwa meskipun terbilang baru di kancah otomotif, namun mereka memiliki komitmen untuk menghentikan produksi mobil mesin konvensional di akhir 2022.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS