Sukses

Sony pun Tergiur Tren Mobil Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Tak cuma produsen otomotif yang berlomba-lomba mengembangkan kendaraan listrik. Perusahaan elektronik pun memiliki hasrat yang besar untuk bermain di segmen ini.

Terbaru, perusahaan konsol game asal Jepang, Sony, berencana untuk menghadirkan perusahaan mobil listrik pada akhir 2022. Sebagai permulaan, Sony memperkenalkan konsep SUV listrik Vision-S 02.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, CEO Sony, Kenichiro Yoshida mengungkapkan Sony akan membangun perusahaan kendaraan listrik Sony Mobility Inc. Direncanakan Sony akan memproduksi mobil listrik ketika menghadiri acara di CES 2022.

“Dengan teknologi pencitraan dan penginderaan, cloud, 5G, dan hiburan yang dikombinasikan dengan penguasaan konten kami, kami yakin Sony berada di posisi yang tepat sebagai perusahaan hiburan kreatif untuk mendefinisikan kembali mobilitas,” kata Yoshida, dikutip dari CNN Business, Rabu, 5 Januari 2022.

SUV konsep menggunakan sensor Sony (SNE) untuk mengaktifkan beberapa fungsi self-driving dan memanfaatkan keahlian perusahaan dalam hiburan.

Penumpang akan dapat bermain video game saat bepergian dan tetap terhubung ke konsol PlayStation mereka di rumah.

Sony Vision-S juga dilengkapi fitur audio 360 derajat, mendukung 5G dan memiliki layar infotainment yang sangat besar. Desainnya diketahui hampir mirip dengan mobil mewah Porsche.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Performa

Diketahui bahwa mobil listrik konsep Vision-S dilengkapi dengan sistem penggerak semua roda.

Dapur pacunya menggunakan dual-motor berkapasitas 536hp, sehingga mampu melaju dengan kecepatan tertinggi mencapai 240 km/jam.

Sebagai informasi tambahan, Sony bukan satu-satunya perusahaan elektronik yang mencoba untuk masuk ke ranah otomotif.

Sebelumnya, nama-nama besar seperti Xiaomi, Apple dan Foxconn juga sudah mencoba untuk memproduksi mobil listrik.

Sumber: Dream.co.id

3 dari 3 halaman

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19