Sukses

Rencana Aturan Baru, Remaja di Malaysia Hanya Boleh Gunakan Motor 70 Cc

Liputan6.com, Kuala Lumpur- Jumlah angka kecelakaan yang terus meningkat, membuat Departemen Transportasi Jalan Malaysia mengusulkan untuk membatasi usia pengendara sepeda motor.

Dari rentang usia pengendara motor mengalami kecelakaan di negeri Jiran ini, pihak Departemen Transportasi Jalan merilis bahwa usia yang sering mengalami kecelakaan adalah mereka yang masih remaja.

Untuk itu, Departemen Transportasi Jalan sudah mengirimkan proposal ke instansi terkait untuk merumuskan regulasi tersebut.

Dalam keterangannya, Dirjen Departemen Transportasi Jalan Malaysia, Datuk Zailani Hasyim, menjelaskan alasan pihaknya ingin mengajukan regulasi baru untuk masyarakat yang mengendarai sepeda motor, terlebih bagi para pemuda yang ingin berkendara.

"Usulan itu dibuat karena meningkatnya jumlah kecelakaan dan kematian yang melibatkan pengendara sepeda motor bertenaga tinggi yang melibatkan pemuda berusia antara 16-20 tahun," jelas Zailani, melansir Paultan.

 

 

2 dari 4 halaman

Sudah Mulai Diusulkan Pada 2019

Namun, kabar lain juga menyebutkan bahwa hal ini sejatinya sudah diinisiasi sejak tahun lalu.

Saat itu, Divisi Investigasi dan Penegakan Lalu Lintas Bukit Aman, Bakri Zainal Abidin, memaparkan dalam laporannya saat rapat umum tahunan Road Safety Council 2019 lalu. Ia menyoroti agar undang-undang lalu lintas harus dipertimbangkan ulang untuk pembuatan lisensi bagi remaja.

"Undang-undang baru harus dipertimbangkan dalam waktu lima tahun untuk kelas lisensi baru bagi remaja, di mana mereka hanya akan diizinkan mengendarai sepeda motor berkapasitas mesin kecil atau sepeda motor listrik bertenaga rendah," ujar Bakri dalam pidatonya saat itu.

3 dari 4 halaman

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini