Sukses

Volvo Lakukan Recall Terbesar dalam Sejarah, Ini Komponen yang Bermasalah

Liputan6.com, Jakarta - Volvo Cars secara resmi melakukan recall atau penarikan kembali untuk perbaikan terhadap jutaan mobilnya secara global. Menjadi penarikan terbesar yang pernah dilakukan Volvo, hampir 2,2 juta mobil produksi 2006 hingga 2019 terkena dampak.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/7/2020), pabrikan otomotif asal Swedia ini harus melakukan perbaikan pada komponen sabuk pengaman bagian depan karena adanya kabel yang melekat.

"Masalahnya terkait dengan kabel baja yang terhubung ke sabuk pengaman depan. Kabel mungkin, dalam keadaan tertentu dan perilaku pengguna bisa mengalami kerusakan, sehingga fungsi sabuk pengaman tak lagi maksimal," kata seorang juru bicara Volvo.

Setidaknya ada tiga model kendaraan yang harus melakukan perbaikan, yakni V60, V70 dan XC60. Dan Volvo akan menghubungi pemilik kendaraan secara resmi.

Apabila sudah mengetahui dan masuk dalam daftar perbaikan, pemilik kendaraan diminta untuk segera menghubungi dealer resmi Volvo. Perbaikan dilakukan secara gratis.

2 dari 3 halaman

Tak Ada Laporan Kecelakaan

Selain itu, pabrikan otomotif yang telah dimiliki Geely ini mengaku belum menerima laporan kecelakaan atau cedera yang terjadi karena masalah tersebut.

Meski demikian, langkah recall menjadi solusi untuk mencegah adanya masalah akibat di masa depan. Saat disinggung kerugian yang ditanggung akibat recall tersebut, Volvo enggan mengungkapkannya secara rinci.

3 dari 3 halaman

Alasan Volvo Tak Patenkan Fitur Sabuk Pengaman Ciptaannya

Mobil yang beredar saat ini, pastinya dilengkapi dengan sabuk pengaman atau seat belt. Bahkan, fitur tersebut menjadi salah satu standar keselamatan yang wajib ada untuk kendaraan roda empat yang beredar di jalanan.

Namun, tahukah Anda jika sabuk pengaman tiga titik, yang banyak digunakan di mobil, diciptakan oleh Volvo dan semua pabrikan mobil seharusnya berterima kasih kepada pabrikan asal Swedia.

Pasalnya, insinyur merekalah yang menciptakan perangkat keselamatan standar ini. Nils Bohlin membuat sabuk pengaman tiga titik pada 1959. Sebelum itu, sabuk pengaman hanya ada dua titik, dan justru lebih sering membahayakan daripada menyelamatkan orang.

Bohlin adalah mantan insinyur penerbangan Saab. Dia menemukan sabuk pengaman yang lebih baik karena selain "mengunci" bagian tubuh, tapi juga pangkuan (pinggang).

Desain ini pertama kali diluncurkan di negeri asalnya, Swedia, pada model Volvo Amazon dan Volvo PV544.

Laman Jalopnik menyebutkan, ini adalah penemuan yang revolusioner. Dan yang paling penting, sebetulnya ia bisa menghasilkan banyak uang melaluiĀ paten.2 dari 2 halaman Setiap produsen gratisDi sinilah yang menarik. Volvo memutuskan untuk tidak melakukan itu. Mereka tidak membuatkan paten untuk sabuk pengaman tiga titik.

Implikasinya, setiap produsen mobil bisa mengaplikasikannya tanpa perlu membayar sepeserpun ke Volvo.

Mereka memutuskan bahwa penemuan ini begitu penting. Namun nilainya lebih berharga jika ia digratiskan, ketimbang harus diberikan paten.

"Keputusan untuk melepaskan paten sabuk pengaman tiga titik itu visioner dan sesuai dengan prinsip keselamatan Volvo," pungkas Managing Director Volvo, Alan Dessell.