Sukses

BERITA TERKINI:JELANG PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID 2

Ternyata, Kendaraan Nirsopir Bukan Teknologi Mobil Modern

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, industri otomotif tengah mengembangkan teknologi modern untuk penggunaan di masa depan. Salah satunya, kehadiran mobil autonomous alias nirsopir (tanpa pengemudi).

Teknologi yang memungkinkan mobil dapat berjalan sendiri ini, dinilai sebagai sebuah revolusi industri kendaraan yang bakal terjadi di masa depan. Bahkan, teknologi ini masih dianggap mustahil bisa diimplementasikan di sebuah roda empat.

Padahal faktanya, kendaraan nirsopir ini berhasil dibuat untuk pertama kalinya pada 1964. Sebuah peneliti dari Stanford berhasil membuat Stanford Artificial Intelligence Laboratory Cart.

Melansir Autoevolution, ditulis Sabtu (18/8/2018), memang penemuan ini tidak bisa dianggap sebagai kendaraan yang mampu mengangkut penumpang sesuai standar saat ini. Tapi paling tidak, di era tersebut, teknologi autonomous yang mengandalkan kamera onboard dan koneksi nirkabel ke komputer sudah bisa dilakukan.

Produk ini sendiri, memiliki dimensi layaknya mobil golf.

Cara kerjanya, kereta kecil ini akan merekam video dengan kamera onboard, kemudian mengirim gambar ke komputer terdekat untuk diproses. Setelah menganalisa rekaman, komputer akan menghitung semacam peta 3D terhadap lingkungan di sekitar.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Setelah itu, data tersebut dikirimkan untuk kemudian menjadi perintah untuk menggerakan kembali kereta tersebut.

Memang teknologi tersebut masih sangat terbatas, karena sistem digitalisasi belum secanggih saat ini. Namun yang pasti, proses panjang ini menegaskan, jika perjalanan untuk menuju kepada kendaraan tanpa supir ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan tidak lahir baru-baru ini.

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Perkuat Daya Saing Otomotif, Begini Cara Pemerintah Kawinkan Industri Kecil dan Pabrikan Besar
Artikel Selanjutnya
Lewat Link and Match, Kemenperin Pertemukan IKM dengan Industri Besar