Sukses

Tak Biasa, Bugatti Chiron Ini Enggak Bisa Ngebut

Liputan6.com, Jakarta - Mobil dengan desain ciamik dan banyak diminati secara global sepertinya menjadi sasaran empuk untuk ditiru pabrikan Cina. Sejumlah pabrikan besar pernah menjadi korban "copy paste" yang dilakukan pabrikan mobil asal Tiongkok tersebut.

Terbaru adalah Bugatti Chiron bermesin listrik. Eits, jangan tertipu dulu ya, mobil dengan wujud Chiron yang dikenal bertenaga 1.500 Tk itu adalah P8 produksi Shandong Qilu Fengde.

Melansir Carnewschina, P8 dengan fisik Chiron ini adalah mobil jenis LSEV atau Low-Speed Eletric Vehicle. Shandong Qilu Fengde P8 memiliki tenaga 3,35 hp, yang ditenagai baterai 72V lead-acid.

Sesuai aturan, kecepatan tertinggi LSEV tak boleh melebihi 50 km/jam. Tapi pabrikan menyebut bahwa P8 mampu menempuh kecepatan 65 km/jam.

Baterai P8 butuh waktu 10 jam untuk mengisi penuh dengan pengisi 220V. Sama seperti Chiron, P8 memiliki desain tampilan dual tone.

Secara keseluruhan, desain P8 sangat Chiron, khususnya pada bagian depan dan C-Pillar. Hanya saja ukuran P8 lebih kecil. Jika Chiron memiliki dimensi 4544 x 2038 x 1212, P8 memiliki dimensi 4100 x 1800 x 1430.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Pada bagain interior, P8 cukup menarik. LSEV ini memiliki digital instrument panel dengan layar 7 inci, setir yang terkesan sporty, dan karpet merah.

Bagian kursi membuat P8 sedikit berbeda dengan Chiron. P8 memiliki 4 kursi penumpang. Dua kursi tambahan itu berada di bagian belakang hanya berbentuk bangku, tapi setidaknya tetap bisa dipakai duduk.

Soal harga, tentu jauh lebih murah. Dengan kapasitas mesin yang tak besar pun mobil ini tak akan membuat pemiliknya cemas untuk memabayar pajak kendaraan.

P8 dijual seharga $ 5040 atau setara Rp 71 jutaan. Bandingkan dengan Bugatti Chiron yang dijual di China hingga $ 9 jutaa atau Rp 127 miliaran, termasuk biaya pajak impor, pajak lingkungan, dan pajak supercar.

Sumber: Otosia.com

Artikel Selanjutnya
Melihat Wujud DFSK Glory 580 Facelift, Fitur Semakin Melimpah
Artikel Selanjutnya
Volvo Sebut Mobil Produksi Cina Lebih Bagus Dibanding Eropa