Sukses

Aksi Freestyler Boyolali Gemparkan Thailand

Liputan6.com, Bangkok - Wawan Tembong, Freestyler Indonesia asal Ampel, Boyolali, Jawa Tengah kembali mengharumkan nama Indonesia di luar negeri.

Pemilik nama asli Wawan Jarwanto ini menjadi juara umum, setelah memborong gelar juara di semua kelas di ajang Burapa Battle Stunts 9 yang digelar 9-10 Februari 2018 di Sport Arena Chaiyapruk Pattaya, Thailand.

Menggunakan Yamaha YZF-R3, Wawan Tembong menjadi yang terbaik di kelas 200 – 500 cc, kelas 600 cc up, serta kelas long stoppie.

Pada event kali ini Wawan banyak mempersiapkan diri dengan beradaptasi menggunakan motor YZF-R3 sebagai tunggangannya.

“Karena belum terbiasa pakai R3. Motor ini sangat ringan dan tenaganya besar jadi bisa lebih enjoy. Saya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk wheelie,” ungkap Wawan dalam keterangan tertulis, Kamis (15/2/2018).

Berkat aksinya yang memukau dihadapan para juri dan penonton, ia pun berterima kasih kepada Yamaha yang telah mendukung penampilnnya.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena dapat meraih hasil ini di negeri tetangga. Terima kasih kepada Yamaha Indonesia dan Yamaha Thailand untuk dukungannya dan juga para penggemar saya,” ucapnya.

1 dari 2 halaman

Ingin Jago Freestyle Seperti Wawan Tembong, Ikuti Sarannya

Wawan Jarwanto alias Wawan Tembong sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah freestyle motor internasional. Terakhir ia menjuarai Motor Show Motor Stunt Grand Prix 2016 di Bangkok, Thailand.

Bisa dikatakan, freestyler asal Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, tersebut merupakan yang terbaik di Indonesia untuk saat ini. Bagi Wawan, untuk mencapai titik kesuksesan seperti saat ini tidaklah mudah. Dalam prosesnya ia mesti "berdarah-darah".

Nah, bagi Anda yang tertarik menggeluti dunia freestyle, ada baiknya mengikuti saran yang ia berikan. Menurutnya, hal utama ketika ingin belajar adalah di tempat yang aman dan mengenakan safety gear.

"Pertama safety dulu. Berlatih pada tempatnya bukan jalan umum jadi tidak membahayakan orang lain dan diri sendiri. Selain paham teorinya, pakai sepatu, protektor, helm full face, itu akan aman," katanya usai tampil di pameran Dirgantara 2016 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Penyandang gelar Best of The Best Freetsyler ASEAN 2015 itu menyebut, seseorang bisa lancar beraksi di atas motor dalam waktu 3 bulan. Dengan catatan, satu bulan digunakan untuk melatih gaya basic agar lihai.

"3 bulan saya rasa sudah bisa. Satu bulan untuk (berlatih) basic seperti gaya wheelie, stoppie dan burn out," katanya.

"Kalau awalan belajar gak perlu harus berani begini-begitu, paling belajar membentuk angka delapan (8). Jadi kita yang ngebawa motor, bukan kita dibawa motor. Kebanyakan pemula belajar asal ngegas, berani standing saja, itu salah," tambahnya.

Menurut Best of the Best Freestyle U Mild Freestyle Competition 2008-2009, pemilihan motor juga harus tepat. Ia menyarankan untuk menggunakan motor injeksi. Kenapa?

"Karena kalau motor karbu (karburator) pas motor diangkat trus gaya circle, di atas tiga putaran pasti dia trouble seperti ada jedanya. Kalau pakai (motor) injeksi ada fuel pump-nya, jadi selama bensin ada kita masih akan aman," jelasnya.

Artikel Selanjutnya
Lawan Terorisme, Forum Indonesia Guyub Gelar Aksi Solidaritas di Monas
Artikel Selanjutnya
Santri Tewas Terlindas Saat Acara Wisuda