Sukses

Alasan Konsumen Pilih Kijang Innova Diesel

Liputan6.com, Jakarta - Toyota Kijang Innova sampai saat ini dibekali oleh dua varian mesin, yaitu mesin bensin VVTi 2,0 liter, serta mesin Diesel 2,5 liter. Ada kelebihan tersendiri di antara kedua varian mesin tersebut.

Sebagian pemilik Innova lebih memilih Diesel dibanding mesin bensin, meskipun harganya relatif lebih mahal. Salah satu alasannya adalah masalah keiritan. Hal ini misalnya diungkapkan oleh Hendry.

"Kalau Diesel itu irit sudah pasti, kalau bensin kan lumayan boros," ujar pria yang juga merupakan anggota Toyota Innova Owners Club Indonesia (TIOCI), dikawasan Cibubur, Sabtu (7/11/2015).

Ia juga mengatakan bahwa alasan memilih Diesel adalah karena kapasitas yang lebih besar. "Beban kendaraan berat, jadi perlu mesin dengan cc lebih tinggi. Diesel 2.500 cc, kalau bensin kan hanya 2.000 cc," tambahnya.

Ia mengaku, memang kecepatan mesin Diesel lebih rendah dibanding bensin. Tetapi, hal itu tidak terlalu berpengaruh untuk mereka yang sehari-harinya berkendara di dalam kota. "Top speed tidak terlalu signifikan karena berkendara di dalam kota yang macet," ujar Hendry.

Memang, mesin Diesel pada dasarnya dirancang untuk mengakomodasi beban berat, sehingga mesinnya lebih berkarakter kuat, bukan kencang. Dibanding bensin, umumnya Diesel juga memiliki torsi yang lebih besar pada putaran rendah.

Torsi yang tinggi diputaran rendah ini juga menguntungkan dalam hal efisiensi. Sebabnya, cruising speed bisa diperoleh dan dipertahankan dengan kuantitas bahan bakar yang lebih sedikit.

Sebagai tambahan, untuk saat ini, Toyota Astra Motor menyediakan 5 varian Innova bermesin Diesel, dengan perbedaan harga rata-rata Rp 20 juta untuk mesin bensin  tipe yang sama. Varian Diesel termahal dipegang oleh Innova tipe V transmisi otomatis, yaitu seharga Rp 344 juta.

(rio/gst)

Saksikan Live Streaming EGTC Malang 2018

Tutup Video