Sukses

Wisma BCA Foresta Raih Sertifikasi Greenship Existing Building Platinum

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meraih sertifikasi Greenship Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI) untuk Wisma BCA Foresta.

Penghargaan ini mengantarkan Wisma BCA Foresta menjadi gedung BCA pertama yang meraih sertifikat GREENSHIP EB PLATINUM tahun 2021.

Wisma BCA Foresta merupakan gedung yang beroperasi sejak Oktober 2020 dengan peruntukan sebagai kantor pusat BCA.

“Wisma BCA Foresta telah menerapkan sejumlah teknologi komprehensif yang mendukung operasional ramah lingkungan serta memberikan harmonisasi lingkungan bekerja dimana hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen BCA dalam mendukung Pembangunan Berkelanjutan, #BCAForSustainability,” ujar Direktur BCA, Frengky Chandra Kusuma, Minggu (22/1/2022).

Wisma BCA Foresta telah dinobatkan sebagai gedung bersertifikasi Green Building pertama di BCA dengan menerapkan berbagai teknologi berbasis ramah lingkungan.

Adapun teknologi yang diterapkan seperti teknologi solar panel serta teknologi sistem pendingin. Sejumlah teknologi turut melengkapi dan menunjang berbagai keunggulan yang dimiliki Wisma BCA Foresta antara lain:

• Penggunaan chiller dengan sistem kontrol otomatis untuk menjaga performa disekitar 0,5 kW/TR +5 persen

• Penggunaan BAS (Building Automation System) untuk monitoring dan control equipment gedung

• Teknologi kaca double glass (low E) yang menurunkan beban panas dari paparan sinar matahari

• Pembuatan tangga internal yang meminimalisir penggunaan lift dan menunjang kesehatan karyawan

• Air minum dengan teknologi reverse osmosis dan pengujian periodik, sehingga carbon footprint dari transportasi air galon dan masalah lift penuh galon terselesaikan

• Penggunaan kembali air recycle dan rain water tank untuk digunakan dalam flush air toilet dan penyiraman taman.

Sementara itu, dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, BCA telah menerapkan beberapa kebijakan ramah lingkungan seperti Waste Management, Green Technology dan Green Bulding.

Green Building adalah sebuah konsep dimana bangunan yang dalam desain, konstruksi dan operasinya bisa mengurangi dampak negatif bagi lingkungan.

Konsep ini juga mengharuskan supaya bangunan bisa memberikan dampak yang positif bagi lingkungan dan alam.

Penerapan Green Building Wisma BCA Foresta memberikan manfaat secara ekologis, antara lain seperti mengurangi emisi karbon dengan konsep ruang terbuka, meningkatkan pencahayaan yang masuk, kualitas udara dan juga memberikan manfaat ekonomis karena dapat menurunkan biaya operasional dan biaya pemeliharaan.

BCA mengikuti sertifikasi untuk kategori existing building yang berfokus tidak hanya pada teknologi ramah lingkungan, tetapi juga fokus terhadap manajemen pengelolaan gedung.

GBCI merupakan organisasi independen yang berkomitmen penuh untuk pendidikan publik dalam menerapkan praktik terbaik lingkungan dan memfasilitasi transformasi berkelanjutan dari industri bangunan.

Penilaian yang dilakukan oleh GBCI untuk kategori existing building meliputi beberapa aspek yaitu Appropriate Site Development, Energy Efficiency & Conservation, Water Conservation, Material Resource & Cycle, Indoor Health & Comfort dan Building Environment Management.

 

2 dari 2 halaman

Rencana 2022

Rencana di tahun 2022, Gedung Wisma BCA Foresta akan menggunakan teknologi solar panel untuk menyelaraskan dengan pilar ke-7 SDGs yaitu energi bersih dan terjangkau.

 

Sebagai tambahan informasi, BCA berkomitmen penyaluran kredit kepada sektor-sektor berkelanjutan yang naik 25,6 persen YoY menjadi Rp143,1 triliun per September 2021.

Nilai ini berkontribusi 23,6 persen bagi total portofolio kredit, di antaranya mencakup pembiayaan kepada sektor UKM, pengelolaan sumber daya alam dan lahan yang berkelanjutan, dan energi terbarukan.

Untuk Laporan Kinerja Keuangan BCA terupdate, kami akan sampaikan pada Paparan Kinerja Full Year 2021 yang akan dilaksanakan pada 27 Januari 2022 mendatang.

“Kedepan, BCA senantiasa berkomitmen untuk melaksanakan program terkait Keuangan Berkelanjutan yang mengedepankan keselarasan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup selaras dengan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Frengky.