Sukses

Hati-hati Bunda, Penggunaan Smartphone Berlebih Bisa Ganggu Perkembangan Anak

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran smartphone di tengah-tengah masyarakat tidak selamanya memberi dampak positif. Barang tersebut juga bisa menimbulkan dampak negatif bagi yang menggunakannya. Salah satunya dapat mempengaruhi perkembangan anak.

Dampak yang dirasakan pada anak tersebut tentu tak terlepas dari peran orang tua. Selain disebabkan anak itu sendiri, perkembangan anak juga bisa terganggu akibat orang tua yang menggunakan smartphone secara berlebih.

Sebuah studi baru menemukan, interaksi antara ibu dan balita berkurang empat kali lipat ketika sang ibu terlalu fokus pada smartphone. Pada akhirnya, perilaku tersebut juga dapat merusak perkembangan balita.

Melansir Times of Oman, Kamis (19/1/2022), penelitian ini telah dipublikasikan di 'Child Development Journal'. Studi tersebut dipimpin Katy Borodkin dari Departemen Gangguan Komunikasi di Sekolah Profesi Kesehatan Stanley Steyer, Fakultas Kedokteran Sackler Universitas Tel Aviv.

Sebagai informasi, penelitian tersebut telah melibatkan puluhan ibu dan balita yang berusia 2-3 tahun. Tujuan dilakukan penelitian tersebut guna mengetahui minat ibu dan anak.

Ibu-ibu yang diundang dalam penelitian tersebut turut berpartisipasi dan diberikan tiga tugas yang harus dikerjakan.

Adapun ketiga tugas tersebut antara lain harus menelusuri halaman Facebook yang ditunjuk serta menyukai video dan artikel yang menarik minat mereka; membaca majalah cetak dan menandai artikel yang menarik bagi mereka; dan bermain dengan anak saat smartphone dan majalah berada di luar ruangan (bermain bebas tanpa gangguan).

Borodkin menjelaskan, "Tujuan kami adalah untuk mensimulasikan situasi dalam kehidupan nyata di mana ibu harus merawat anaknya, sementara pada saat yang sama mencurahkan sebagian perhatiannya ke smartphone-nya.”

Kemudian, seluruh aktivitas yang tidak disadari oleh ibu-ibu tersebut akhirnya direkam oleh tim peneliti. "Para ibu tidak menyadari tujuan percobaan sehingga mereka berperilaku secara alami dengan membagi minat mereka antara balita dan smartphone dan majalah. Kami merekam semua interaksi antara ibu dan balita dan kemudian memindai rekaman bingkai demi bingkai dalam sebuah mencoba untuk mengukur interaksi ibu-anak," tambahnya.

Para peneliti dari Universitas Tel Aviv kemudian mendefinisikan tiga komponen interaksi ibu dan anak dari aktivitas yang sudah dilakukan sebelumnya. Hal yang diperiksa terlebih dahulu terkait isi atau bahasan yang disampaikan ibu kepada anak. Menurut penelitian, ini merupakan prediktor penting dari perkembangan bahasa anak. Kemudian akhirnya terungkap bahwa input linguistik yang berkurang menyebabkan berkurangnya pula kosa kata pada seorang anak.

Sementara terkait topik percakapan, itu tentang seberapa interaktif antara ibu dan anak. Ini adalah prediktor perkembangan bahasa dan sosial. Oleh karena itu, daya tanggap ibu diperiksa dengan meninjau sejauh mana ibu menanggapi tawaran anak. Selain itu, cara ini pun termasuk untuk mengukur kedekatan respons pada anak.

Pada akhirnya, "Kami menemukan bahwa interaksi ibu dan anak mulai berkurang jika dibandingkan dengan bermain bebas tanpa gangguan, baik ketika ibu sedang membaca majalah cetak dan menggunakan smartphone," jelas Borodkin.

Dengan kata lain, para ibu berbicara hingga empat kali lebih sedikit dengan anak-anak ketika sedang menggunakan smartphone.

 

2 dari 2 halaman

Dampak Lain

Selain itu, ibu-ibu yang terlalu fokus pada smartphone juga sedikit melambat untuk merespon bahkan sering mengabaikan anak.

Sementara jika dibandingkan antara browsing menggunakan smartphone dengan membaca majalah, itu tidak ada bedanya.

Borodkin menjelaskan, "Kami tidak menemukan bahwa suatu media dapat mengganggu lebih dari yang lain. Namun yang jelas, penggunaan smartphone lebih banyak daripada media lain, sehingga hal itu dapat menimbulkan ancaman perkembangan yang signifikan.”

Di samping itu, dia juga menambahkan, “Perlu dicatat bahwa kami saat ini tidak memiliki bukti penelitian yang menunjukkan efek nyata pada perkembangan anak terkait dengan penggunaan smartphone oleh orang tua. Sebab, ini adalah fenomena yang relatif baru. Namun, temuan kami menunjukkan dampak buruk pada perkembangan anak. Konsekuensi dari interaksi ibu-anak yang tidak memadai dapat berdampak luas.”

Menurunnya perkembangan pada anak karena ibu juga mungkin bisa terjadi yang disebabkan oleh ayah. "Dalam penelitian kami saat ini, kami berfokus pada ibu, tetapi kami percaya bahwa temuan kami mencirikan gangguan komunikasi antara ayah dan balita juga karena pola penggunaan smartphone serupa antara pria dan wanita, sehingga memungkinkan kami untuk memperkirakan dengan probabilitas tinggi bahwa temuan penelitian berlaku untuk ayah dan ibu,” jelas Borodkin.

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati