Sukses

5 Cara Melindungi Anak dari Bullying Online

Liputan6.com, Jakarta Sebagai orang tua, tentu merasa buruk saat mengetahui kalau anak kesayangan Anda mungkin menerima bully, intimidasi atau diganggu.

Seorang penindas dapat menyakiti anak Anda melalui perilaku agresifnya, baik secara fisik maupun mental. Ini bisa menjadi pengalaman yang menyiksa dan dapat meninggalkan dampak yang mengakar pada jiwa dan kesehatan mental anak.

Itulah sebabnya mengapa setiap orang harus waspada terhadap tanda-tanda apakah anak Anda diintimidasi.

Ada banyak bentuk penindasan, dari menyebarkan rumor buruk, memukul, menyebut nama hingga membuat komentar kasar tentang anak Anda di depan umum, bahkan di media sosial.

Karena mungkin saja menakutkan bagi anak Anda dalam menghadapi para pengganggu sendirian, berikut ini lima tips untuk membantu anak menghadapi penindasnya, dilansir dari TimesofIndia.

1. Memulai percakapan

Penting untuk membuat anak terbuka dengan Anda tentang apa yang sedang ia hadapi. Tetapi jangan langsung bertanya kepadanya jika ia di-bully.

Sebaliknya, Anda mungkin memulai percakapan dengan menceritakan orang-orang jahat yang menyakiti orang lain, baik melalui kata-kata, tulisan, atau bahkan tindakan dan betapa pentingnya untuk menghentikan mereka.

Anda bisa membuat narasi anekdot (seperti menceritakan masalah temannya dan sebagainya) atau bahkan bertanya tentang anak yang tidak ia sukai. Perhatikan baik-baik bahasa tubuhnya dan buat dia merasa nyaman.

2. Minta mereka untuk melapor ke pihak berwenang

Poin ini mungkin tampak mudah mengucapkannya daripada melakukannya. Tapi ingatlah bahwa siapapun tidak akan tahu dan memahami mengapa hal tersebut bisa terjadi jika mereka tidak menceritakannya.

Oleh karena itu, tegaskan kepada mereka bahwa itu bukan kesalahan anak Anda jika memang benar kejadiannya seperti itu. Minta anak Anda untuk melaporkan penindasan tersebut kepada Anda atau pihak berwenang.

 

2 dari 4 halaman

3. Hadapi si pengganggu

Ajari anak Anda bahwa alih-alih merajuk dan menangis, hadapi si penindas dan beri tahu mereka apa yang dirasakannya akibat perilaku mereka. Bicaralah dengan si penindas dengan suara yang kuat dan percaya diri dan minta dia untuk berhenti. Contohnya adalah, “Berhenti mendorong saya. Saya tidak suka."

4. Penindas ingin tahu reaksi orang yang ia tindas

Jelaskan kepada si kecil bahwa sebagian besar pelaku intimidasi ingin tahu reaksi orang yang ia tindas, entah itu marah atau air mata. Jika pelaku intimidasi menyadari bahwa orang yang ia tindas tidak memberikan respon emosional, mereka pada akhirnya akan menyerah. Ajari anak Anda untuk tidak menanggapi para penindas, seolah-olah ia hanya mendengarkan saja, namun tidak diambil hati.

5. Terus bersama teman-teman

Pengganggu biasanya mencari anak-anak yang sendirian atau tidak memiliki banyak teman. Tetap dekat dengan teman-teman cukup membantunya menghindari sasaran pengganggu.

3 dari 4 halaman

Infografis Cara Aman Saat Video Conference

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut Ini: