Sukses

<i>Oey Tambahsia</i>, Si Tampan yang Lupa Diri

Liputan6.com, Jakarta: Untuk mensosialisasikan kegiatan museum dan sejarah, Teater Rekonstruksi mementaskan Oey Tambahsia di Museum Sejarah Jakarta, Ahad (17/4). Acara dimulai dengan barongsai untuk menghadirkan atmosfer komunitas Tionghoa di Batavia pada 1850. Setelah itu, pergelaran seni yang membaurkan pemain dan penonton dalam satu arena ini memperkenalkan tokoh utama, yaitu Oey Tambahsia.

Oey Tambahsia adalah putra kedua seorang tokoh masyarakat Tionghoa bernama Oey Thai yang dikenal kaya raya. Setelah Oey Thai meninggal, seluruh harta warisan jatuh kepada Oey Tambahsia. Kekuasaan dan uang berlimpah inilah yang yang membuat Oey Tambahsia lupa diri. Ia sering menghambur-hamburkan uang dan bermain perempuan.

Bahkan setelah menikah, kegilaan untuk bermain perempuan tak kunjung hilang. Alhasil, bahtera pernikahannya hanya bertahan beberapa minggu. Setelah itu, Oey Tambahsia memikat pesinden asal Pekalongan bernama Gunjing. Namun, kisah cinta ini justru membawa Oey Tambahsia ke tiang gantung. Pemuda tampan yang dibakar cemburu menyuruh pengawalnya untuk menghabisi nyawa kakak kekasihnya itu.

Kisah si tampan dari Batavia ini pada intinya ingin memberi gambaran bahwa harta bukanlah segala-galanya. Harta yang melimpah bukanlah jaminan seseorang akan memiliki kualitas kehidupan yang baik. Sebaliknya, kekayaan justru bisa menyeret ke jurang kehancuran.(TOZ/Tommy Fadjar dan Daeng Tanto)