Sukses

Pemisahan Semen Padang Tak Mempengaruhi Investasi

Liputan6.com, Jakarta: Rencana spin off atau pemisahan Semen Padang dari Semen Gresik tidak akan berpengaruh terhadap investasi asing. Pemisahan tersebut juga tak bakal menjadi sapi baru bagi politisi daerah seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Pernyataan itu ditegaskan Komisaris Semen Padang Djusril Djusan di Jakarta, baru-baru ini.

Djusril menilai kecemasan tersebut terlalu berlebihan. Sebab, secara historis, privatisasi Semen Gresik oleh pemerintah lebih banyak diwarnai nuansa politis. Menurut dia, pemerintah terkesan memberi banyak kemudahan pada PT Cemex sebagai perusahaan asing pada saat penjualan saham. Tindakan tersebut justru melahirkan kecemburuan masyarakat setempat. Terlebih lagi, lokasi pabrik tersebut berdiri di atas tanah ulayat. Bukan itu saja, ketika mengakuisisi, PT Cemex diduga banyak mengabaikan perjanjian. Dia mencontohkan seperti pembatasan ekspor semen oleh Kelompok Usaha Semen Gresik.

Sejak dilakukan privatisasi pada 1998, pemerintah menguasai 51 persen saham Semen Gresik. Sedangkan PT Cemex mendapat 25, 53 persen saham dan publik mengantongi 23,47 persen saham. Saat ini, Semen Padang menyumbang 5,5 juta ton dari total produksi Semen Gresik sebanyak 17,2 juta ton per tahun.(TNA/Abbas Yahya dan Dwi Guntoro)