Sukses

Hutan dan Lahan Terbakar, Sumatera Dikepung 1.398 Titik Api

Seluruh provinsi di Kepulauan Sumatera saat ini kembali dikepung titik api atau hotspot. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyebutkan, Satelit Terra dan Aqua mendeteksi ada 1.398 titik api di Sumatera.

Analis BMKG Pekanbaru Ahmad Agus Widodo menjelaskan, di Provinsi Bangka Belitung tercatat ada 1 titik api, Provinsi Jambi 24 titik, Kepulauan Riau 43 titik, Provinsi Lampung 1 titik, Aceh 5 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Selatan 2 titik, dan Sumatera Utara 85 titik.

"Yang paling banyak tercatat di Provinisi Riau. Satelit Terra dan Aqua mencatat 1.234 titik api yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Riau," tutur Agus di Pekanbaru, Senin (24/2/2014).

"Titik kepercayaannya mencapai 81 sampai 100 persen, yaitu 641 titik. Jarak pandang hanya 380-400 meter karena kabut asap," ucap Agus.

Ia menjelaskan, kabut asap akibat kabakaran hutan dan lahan di Riau sudah menyebar ke Jambi dan Sumatera Barat. "Namun belum sampai ke negara Malaysia dan Singapura, karena angin bertiup ke arah selatan," tuturnya.

Prediksi

Lebih jauh Agus menjelaskan, pihaknya memprediksi bahwa pada pertengan Maret nanti, kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan tersebut masih akan menyelimuti Riau dan beberapa Provinsi di Sumatera.

"Hal ini karena akibat curah hujan yang masih rendah. Dengan itu, titik api baru akan bermunculan lagi disebabkan musim kemarau," jelas Agus.

Ia menuturkan, titik api hari ini telah melonjak tajam dari hari sebelumnya. "Kemarin hanya sekitar 80 titik api, sekarang menjadi 1.398 titik," ungkapnya.

Akibat kabut asap tersebut, penerbangan di Bandara Sutan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru lumpuh. Dari 84 jadwal penerbangan, hanya 1 yang baru terbang.

"Tadi baru Citilink yang terbang dengan tujuan Singapura. Untuk pesawat kecil tidak ada masalah. Penundaan akan berlangsung jika kabut tidak berkurang," kata Airport Duty Manager SSK II, Baiquni.

Dijelaskan Baiquni, jarak pandang di Bandara SSK II masih 400 meter. "Kalau nanti sudah mencapai 1.000 meter atau lebih, penerbangan tidak akan ada kendala lagi," pungkasnya. (Adm/Yus)

Baca Juga:
Kebakaran Lahan di Riau Mulai Mendekati Permukiman Warga
[VIDEO] 3 Pekan Kabut Asap Selimuti Kota Mandailing Natal
Gubernur Riau Bentuk `Satgas Kebakaran Hutan`

Loading