Sukses

Aliran Sesat Subur di Lombok Barat

Liputan6.com, Lombok Barat: Majelis Ulama Indonesia, pejabat Departemen Agama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh masyarakat Lombok Barat, Nusatenggara Barat, menggelar pertemuan pada Kamis (5/8). Pertemuan itu diadakan menyusul terungkapnya kembali kasus tarekat beraliran sesat di Dusun Gegelang, Desa Lingsar, Lombok Barat, dua hari silam. Seorang pimpinan tarekat yang mengaku Tuhan dan wali menggauli santrinya seizin suami dengan alasan ibadah dan agar santri dapat menjadi bidadari. Kasus tersebut sempat memancing amarah warga di Lombok Barat dan nyaris berujung bentrok fisik.

Di Lombok terdapat ratusan kelompok tarekat. Pengurus MUI Lombok Barat Tuan Guru Haji Mahally Fikri mengakui, Lombok Barat sangat rawan terhadap pertumbuhan aliran sesat. Selain disebabkan tingginya minat belajar agama juga lantaran letak geografis yang sulit terpantau. MUI mencatat, beberapa tempat di Lombok Utara dan Lingsar sebagai kawasan yang rawan aliran sesat.

Terbongkarnya kasus di Lingsar, dua hari silam, adalah yang kedua kalinya setelah kejadian pada 1999 di wilayah Lombok Utara. Menurut MUI Lombok Barat, sulitnya membongkar tarekat beraliran sesat karena kepatuhan para santri untuk menyimpan rahasia guru mereka.(AWD/Adhar Hakim)
    Loading