Brigjen Aries Syahbudin jadi Kakorlantas Polri Gantikan Irjen Wibowo

Total ada 199 personel baik dari perwira tinggi dan menengah yang dimutasi.

Diterbitkan 11 Oktober 2026, 11:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kapolri merombak 199 perwira, termasuk Kakorlantas dan Wakabaintelkam.
  • Mutasi ini bagian dinamika organisasi dan pembinaan karier Polri.
  • Pejabat baru diharapkan profesional, responsif, dan berintegritas.

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali merombak jajaran Polri. Kali ini, 199 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) masuk daftar mutasi, termasuk pejabat Kakorlantas dan Wakabaintelkam Polri.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Di jajaran Mabes Polri, Brigjen Pol Aries Syahbudin mengisi jabatan Kakorlantas Polri menggantikan Irjen Pol Wibowo.

Sementara kursi Wakabaintelkam Polri kini ditempati Brigjen Pol Anom Setyadji, menggantikan Irjen Pol Wawan Muliawan yang bergeser menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri.

 

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier.

Penempatan personel, kata dia, mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, rekam jejak, dan integritas.

“Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Johnny juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi.

Pengabdian mereka diharapkan menjadi landasan bagi pejabat baru untuk melanjutkan program dan meningkatkan kinerja sesuai bidang tugas masing-masing.

 

Jaga Integritas dan Responsif

Kepada pejabat yang mendapat amanah baru, Johnny berharap mereka segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah agar pelaksanaan tugas berjalan optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program.

“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Johnny menegaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.

“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Johnny.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6