Sukses

Polri Membentuk Tim Khusus Pengamanan di Palu

Liputan6.com, Jakarta: Polri membentuk tim khusus untuk menjaga stabilitas keamanan di Palu, Sulawesi Tengah, pascapenyerangan Gereja Effatha. Menurut Kapolri Jenderal Polisi Da`i Bachtiar, gangguan keamanan tersebut masih bersifat lokal. Namun penjagaan dinilai perlu ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang. "Kami membentuk tim khusus sebagai langkah-langkah yang sifatnya penjagaan dan tindakan preventif di berbagai daerah," kata Kapolri di Jakarta, Rabu (21/7).

Kepolisian Daerah Sulut, menurut Kapolri, masih memburu tersangka penembakan jemaat di Gereja Effatha. Beberapa pelaku di antaranya sudah teridentifikasi dari keterangan saksi mata [baca: Identitas Penembak Pendeta Susianti Mulai Terungkap]. "Kita sudah mengidentifikasi beberapa orang sesuai keterangan saksi," kata Da`i. Dari dokumen-dokumen yang ditemukan Polri juga telah melakukan pencarian. Tim khusus juga akan dikirimkan ke daerah-daerah rawankonflik dan kota-kota besar lain.

Sementara, hari ini, seluruh gereja dan beberapa rumah warga di Kota Palu menaikkan bendera setengah tiang. Mereka menyatakan rasa duka cita atas insiden penembakan yang menewaskan Pendeta Susianti Tinulele dan melukai empat jemaat. Pengibaran bendera setengah tiang dilakukan selama tiga hari. Untuk menjaga keamanan, Polda Sulut masih mengerahkan personelnya di daerah yang rawan termasuk Jalan Banteng.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

    Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

    Tutup Video