Sukses

Partai Patriot Pancasila Menargetkan Lima Persen Suara

Liputan6.com, Jakarta: Sebagai peserta pemilihan umum, Partai Patriot Pancasila tergolong baru. Namun, bila melihat penampilan atribut-atributnya, masyarakat tentu tak asing lagi. Sebab, Partai Patriot Pancasila lahir dari organisasi massa Pemuda Pancasila (PP). Ketua partainya pun juga salah seorang pemimpin PP, yaitu Japto S. Soerjosoemarno. Didirikan 1 Juni 2001 bertepatan tanggal lahir Pancasila, partai bernomor urut 21 ini siap bertarung dengan 23 parpol lainnya dalam Pemilu 2004.

Banyak yang menilai, peran PP melahirkan Partai Patriot Pancasila karena ormas berbaju loreng oranye itu kecewa terhadap Partai Golongan Karya yang selama ini didukungnya. Japto sendiri mengakui bahwa Partai Golkar yang banyak didukung kader PP ternyata tak memberikan imbal balik yang semestinya. Karena itu pula Japto dan kawan-kawan memilih mendirikan partai sendiri.

Sekretaris Jenderal Partai Patriot Pancasila Sophar Maru Hutagalung berani menargetkan perolehan suara sebanyak lima persen pada Pemilu 2004. Dia juga yakin Partai Patriot Pancasila bakal mendapat tempat di kalangan generasi muda. Apalagi, ormas PP bukan sesuatu yang baru bagi orang muda. Para pemuda yang selama ini aktif di PP juga diharapkan menyalurkan aspirasi politiknya ke Partai Patriot Pancasila [baca: Aspirasi Pemuda Pancasila ke Partai Patriot Pancasila].

Sejauh ini, untuk mencapai target perolehan suara, Partai Patriot Pancasila sudah menerapkan berbagai strategi. Termasuk dengan memasang sejumlah artis sebagai fungsionaris. Di antaranya Camelia Malik dan Bella Saphira. Menurut Japto, Partai Patriot Pancasila melibatkan artis karena selama ini mereka tak pernah diperhatikan oleh parpol. Japto menambahkan, artis atau seniman, nelayan, serta buruh menjadi segmen utama yang akan diperjuangkan Partai Patriot Pancasila.

Harus diakui, keberadaan PP yang sudah mengakar di kalangan sebagian pemuda akan memudahkan Partai Patriot Pancasila mensosialisasikan program-program politiknya. Cuma, cerita lama bahwa banyak tokoh PP yang kini menjadi fungsionaris Partai Patriot Pancasila dekat dengan penguasa Orde Baru tak bisa dihilangkan begitu saja. Jika citra ini terus berkembang di masyarakat, bukan tak mungkin perolehan suara Partai Patriot Pancasila terganggu.

Kini, Japto dan kawan-kawan harus bekerja keras untuk meraih suara sebanyak mungkin dalam pemilu legislatif 5 April mendatang. Kalau tidak, target merebut lima persen suara tak tercapai. Jika sudah begitu, niat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamankan Pancasila, serta mewujudkan ketertiban dan keamanan kehidupan berbangsa dan bernegara, pembangunan masyarakat yang tertinggal, terbelakang, dan miskin, pembangunan masyarakat yang cerdas dan beriman, komitmen terhadap hukum dan HAM, tentu akan terhambat.(SID/Eva Yunizar dan Gatot Setiawan)

    Video Populer News

    Tutup Video