Sukses

Persediaan Buku Nikah di Kota Bengkulu Juga Menipis

Persediaan buku nikah di Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu menipis, hanya terdapat 350 pasang buku. Jumlah itu disebutkan hanya cukup untuk persediaan selama 2 bulan.

"Persediaan buku nikah yang ada sebanyak 350 pasang buku, kami perkirakan cukup untuk 2 bulan," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Mukhlissuddin, di Bengkulu, Sabtu (2/11/2013), menanggapi kelangkaan buku nikah di beberapa daerah di Indonesia,

Ia mengatakan, setiap bulan Kemenag Kota Bengkulu mengeluarkan sekitar 160 pasang buku nikah. Sehingga, persediaan buku nikah yang ada saat ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bengkulu yang akan melangsungkan pernikahan.
     
"Angka pernikahan di Bengkulu sebenarnya  tidak begitu tinggi," tambahnya.

Ia menambahkan, jika kehabisan persediaan buku nikah, Kemenag akan mengeluarkan swurat keterangan sementara sebagai pengganti buku nikah. Surat keterangan sementara itu berlaku hingga Kemenag menerbitkan buku nikah bagi pasangan yang menikah.

Saat ini kata dia, sebanyak 50 pasang buku nikah juga tersedia di Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Kota Bengkulu. Jika KUA mengalami kehabisan persediaan buku nikah, masih dapat mengambil di Kantor Kemenag Kota Bengkulu.

Ia menambahkan, sebanyak 350 pasang buku nikah itu akan disalurkan ke 7 KUA yang ada di Kota Bengkulu. Tentang kelangkaan buku nikah, Mukhlisuddin mengatakan buku nikah yang disalurkan selama ini bukan dari pengadaan tender atau lelang di Kementerian Agama.

Saat ini, kata dia, tengah berlangsung lelang pengadaan buku nikah di Kementerian Agama setelah di beberapa kota terjadi kelangkaan buku nikah, termasuk di Jakarta.

Sebelumnya dikabarkan, meski telah melangsungkan pernikahan, sejumlah pengantin tak bisa mengantongi buku nikah. Mereka hanya mendapatkan surat pengganti buku nikah. Fenomena ini terjadi sejak awal Oktober di beberapa daerah di Tanah Air. Persediaan buku nikah yang menipislah yang menjadi penyebabnya.

Kelangkaan dipicu adanya lonjakan jumlah pernikahan pada beberapa daerah, terutama di 6 provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Banten, dan NTB. (Ant/Ado/Yus)