Sukses

Jurus Ahok `Jegal` Serbuan Mobil Murah

Untuk membendung banyaknya warga Jakarta beralih dari kendaraan umum ke mobil pribadi, Ahok punya jurusnya.

Ribuan unit mobil Low Cost Green Car (LCGC) akan menyesaki Ibukota dalam kurun waktu tak lama lagi. Mobil murah itu pun dipamerkan di Internasional Indonesia Motor Show (IIMS). Untuk membendung banyaknya warga Jakarta beralih dari kendaraan umum ke mobil pribadi, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama punya jurusnya.

"IIMS nggak apa-apa, bagus kok. Sistemnya bukan membatasi industri tapi bagaimana kita buat sistem pajak, bagaimana sistem parkir, dan ERP," ungkap pria yang karib disapa Ahok ini usai memberikan kuliah umum di SMA Kanisius, Jakarta, Sabtu (21/9/2013).

IIMS memang dapat menambah minat pengunjung untuk membeli mobil murah tersebut. Ahok menilai, penambahan minat beli mobil dengan pameran adalah 2 sisi yang tidak bisa dipisahkan.

"Itu 2 sisi yang pasti berjalan tapi tidak bisa mengorbankan industri juga dan industri juga menyerap tenaga kerja yang banyak juga," ujarnya.

Suami Veronica Tan itu juga menyatakan, pameran IIMS pantas dilakukan tiap tahun. Sebab hal tersebut dapat menambah citra positif Indonesia di dunia internasional.

Salah satu mobil murah adalah Daihatsu Ayla yang pertama dikenalkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Indonesia pada 9 September 2012. Pada tunggangan ini, Astra Daihatsu menargetkan penjualan mobil murahnya bakalan paling laku di daerah Jabodetabek. Hal itu mengingat tingkat konsumsi warga Jabodetabek sangat tinggi.

"Semua daerah sama (jumlah yang didistribusikan), Jabodetabek mendominasi 40%," ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Daihatsu Djony Bunarto Tjondro.

Djony menjelaskan, Ayla merupakan produk terbaru sehingga pola pemasaran masih mengikuti pola pemasaran produk-produk Daihatsu yang lain.

Saat ini, Daihatsu sudah mengirim sekitar 2.500 Ayla ke beberapa wilayah di Indonesia, jadi bagi para calon konsumen tidak perlu inden ketika membeli kendaraan ini. (Mut/Sss)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.