Liputan6.com, Ambon: Ketua Front Kedaulatan Maluku (FKM) Alex Manuputty akhirnya ditangkap Kepolisian Daerah Maluku, Jumat (12/1). Dia ditangkap lantaran terbukti ikut terlibat dalam kasus pendeklarasian Maluku Merdeka. Dengan proklamasi kemerdekaan yang dilakukan beberapa waktu silam, Maluku ditargetkan melepaskan diri dari Republik Indonesia. Penegasan hal tersebut disampaikan Kepala Polda Maluku Brigadir Jenderal Polisi Firman Ghani, di sela acara Halal Bihalal di Gedung Ashari Ambon.
Menurut Firman, langkah penangkapan ini dilakukan setelah Polda melakukan penyelidikan terhadap kasus makar itu selama 10 hari. Selain tuduhan itu, penangkapan Alex juga dikaitkan dengan pernyataan dia yang ingin berdialog dengan Indonesia di bawah pengawasan PBB. Lantas Alex juga dituduh terlibat kasus pemalsuan beberapa dokumen yang berkaitan dengan pernyataan FKM.
Sementara itu Polda Maluku juga masih menunggu perkembangan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah tokoh FKM lainnya. Kemungkinan besar mereka juga akan ditahan untuk sejumlah pemeriksaan lanjutan.(ICH/Sahlan Heluth)
Menurut Firman, langkah penangkapan ini dilakukan setelah Polda melakukan penyelidikan terhadap kasus makar itu selama 10 hari. Selain tuduhan itu, penangkapan Alex juga dikaitkan dengan pernyataan dia yang ingin berdialog dengan Indonesia di bawah pengawasan PBB. Lantas Alex juga dituduh terlibat kasus pemalsuan beberapa dokumen yang berkaitan dengan pernyataan FKM.
Sementara itu Polda Maluku juga masih menunggu perkembangan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah tokoh FKM lainnya. Kemungkinan besar mereka juga akan ditahan untuk sejumlah pemeriksaan lanjutan.(ICH/Sahlan Heluth)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344778/original/063010900_1789002904-email-attachment_2026_09_09_adyanugrahadi_mendes-yandri-ungkap-program-untuk-gerakkan-ekonomi-desa-ada-beasiswa-ke-jepang_IMG_9539.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253059/original/096793100_1749987049-WhatsApp_Image_2025-06-13_at_18.37.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/346233/original/120101bMalukuT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)