435 Calon Mahasiswa Universitas Sunan Gresik Ikuti Tes Masuk Berbasis IT

USG secara konsisten akan melakukan seluruh tahapan mulai dari awal pendaftaran, seleksi masuk calon mahasiswa baru, sistem perkuliahan hingga nanti pada fase yudisium, dengan menonjolkan sistem IT.

Diperbarui 12 Juli 2025, 17:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 435 calon mahasiswa baru gelombang pertama Universitas Sunan Gresik (USG) dari 25 program studi (prodi) mengikuti ujian masuk dengan sistem Computerized Base Test (CBT) dan hybrid di Kampus A USG, Desa Kertosono, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Sabtu (12/7/2025).

Tes masuk dengan metode CBT dan hybrid ini dilakukan untuk mengetahui potensi akademik para calon mahasiswa baru. Wakil Rektor I USG,  Abdul Muhith mengatakan, tes masuk mahasiswa baru ini dilakukan dengan standar nasional yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

“Seleksi mahasiswa baru tahap pertama ini kami lakukan dengan metode CBT dan hybrid. Semua pelaksanaannya berbasis teknologi informasi (IT). Ini salah satu langkah kami dalam menjaga mutu USG yang mengusung slogan kokoh, melesat dan mendunia,” ujar Muhith.

Menurutnya, USG secara konsisten akan melakukan seluruh tahapan mulai dari awal pendaftaran, seleksi masuk calon mahasiswa baru, sistem perkuliahan hingga nanti pada fase yudisium, dengan menonjolkan sistem IT.

”Semua kami lakukan secara sistematis dan terstandarisasi dengan melibatkan tim pakar CBT dari Universitas Airlangga. Kami ingin mahasiswa baru kita punya standar tinggi, termasuk familiar dengan sistem IT sehingga nantinya bisa lulus dengan memiliki kompetensi dan siap untuk bersaing di dunia kerja,” tuturnya.

 

Grand Design Kampus Berbasis IT

Sehari sebelumnya, ujian masuk juga dilakukan secara khusus untuk 47 calon mahasiswa baru Program Studi Teknik Rekayasa Perawatan Pesawat Udara. Tes masuk untuk prodi ini dilakukan langsung tim pakar dari Politeknik Kirana. Mereka tidak hanya menjalani tes potensi akademik, namun juga diukur berat dan tinggi badan.

Senada dengan Muhith, Koordinator Tim Pakar IT USG Badrus Zaman mengatakan bahwa tes masuk calon mahasiswa baru dengan sistem CBT dan hybrid ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan akademik dari calon mahasiswa yang telah mendaftar.

“Pelaksanaan ujian dilakukan dengan hybrid. Sebagian ada yang datang ke kampus, sebagian lainnya cukup di rumah masing-masing tapi meenggunakan sistem CBT,” urainya.

Badrus mengatakan bahwa USG memiliki grand design kampus berbasis IT atau cyber campus. Hal ini sesuai arahan dari Pendiri USG Gus Jazilul Fawaid bahwa USG ini bukan sekadar kampus yang visioner, namun green campus yakni bagaimana kami memaksimalkan penggunaan IT dalam seluruh proses yang ada, mulai pendaftaran, tes masuk, sistem pembelajaran, administrasi dan proses lainnya.

 

Mahasiswa Berasal dari Luar Gresik

"Jadi, kita semangatnya bukan hanya menjadikan IT sebagai penunjang, namun IT driven, semua dilakukan dengan IT. Kita berangkatnya bahwa semua yang bisa dilakukan IT itu berdasarkan data yang mana nantinya menjadi data driven. Semua langkah atau program kerja mengacu pada data,” tuturnya.

Mantan Direktur IT Universitas Airlangga Surabaya ini menuturkan bahwa tes masuk mahasiswa baru dengan sistem CBT dan hybrid ini sangat efektif. Apalagi, mahasiswa baru USG tidak hanya berasal dari wilayah Gresik dan sekitarnya saja, namun juga banyak berasal dari luar Pulau Jawa.

”Ada yang dari Konawe, Sulawesi, Lampung, Bandung, Jakarta dan lainnya sehingga mereka tidak harus secara konvensional datang ke kampus hanya untuk mengukuti tes masuk, tapi cukup menggunakan laptop dari rumah,” katanya.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6