Sukses

Soal Kabinet Prabowo, Wapres Ma'ruf Ingatkan Menteri Tetap Harus Diisi Kalangan Profesional

Ma’ruf menjelaskan, tokoh profesional tersebut dapat berasal dari kalangan partai politik ataupun nonpolitisi, baik tokoh profesional murni maupun tokoh organisasi masyarakat (ormas).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin, memberikan masukan terkait pemerintahan era Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ke depan. Ia menilai kabinet harus tetap diisi oleh kalangan profesional.

“Saya kira pasti tentu harus diisi kalangan profesional,” kata Ma’ruf di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2024).

Ma’ruf menjelaskan, tokoh profesional tersebut dapat berasal dari kalangan partai politik ataupun nonpolitisi, baik tokoh profesional murni maupun tokoh organisasi masyarakat (ormas).

“Cuma profesionalnya bisa dia merepresentasikan partai-partai politik, bisa juga yang lainnya. Nanti tergantung tentu negosiasinya,” sebutnya.

Sementara itu, terkait wacana Prabowo menambah jumlah kementerian lembaga menjadi 40, Ma’ruf Amin menilai, jumlah kementerian/lembaga yang ada saat ini sudah ideal. “Sekarang ini kan 34 (kementerian) itu cukup ideal,” kata Ma’ruf.

Meski demikian, Ma’ruf menilai jumlah kementerian/ lembaga bisa saja bertambah apabila dirasa perlu. “Tapi bisa saja lebih daripada itu (34),” kata Ma’ruf.

“Kalau ada keperluan mungkin bisa lebih daripada itu,” sambungnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menyatakan sepakat dengan wacana tersebut. “Kalau memang ingin melibatkan banyak orang menurut saya enggak masalah, justru semakin banyak semakin bagus kalau saya pribadi,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (6/5/2024). 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Gerindra Nilai Tak Masalah Kementerian Gemuk

Habiburokhman mengaku tak maslaah bila kementerian menjadi gemuk, menurutnya Indonesia negara besar sehingga membutuhkan banyak orang untuk membangunnya.

“Kalau gemuk dalam konteks fisik orang per orang itu kan tidak sehat, tapi dalam konteks negara jumlah yang banyak itu artinya besar, besar justru bagus, negara kita kan negara besar, tantangan kita besar, target kita besar, wajar kalau kita perlu mengumpulkan banyak orang berkumpul dalam pemerintahan sehingga jadi besar,” ungkapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.