Sukses

Sekjen PDIP: Pilpres 2024 Masih Lama, Jangan Kuras Energi

Liputan6.com, Jakarta - DPP PDIP menyatakan Pilpres 2024 masih jauh sehingga saat ini pihaknya fokus untuk bangkit dari pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai juga perang Rusia-Ukraina yang menciptakan krisis pangan dan energi.

"Maka pesan kami jangan bawa kontestasi Pilpres terlalu dini, karena pendaftaran calon presiden dan cawapres masih Oktober tahun depan. Masih lama, jangan kuras energi bangsa kita ini sehingga kehilangan momentum untuk bangkit," ujar Hasto dalam keterangannya, Kamis (6/10/2022).

Hasto menyatakan pihaknya akan mengikuti seluruh tahapan pemilu dengan sebaik baiknya, dan KPU profesional bersama Bawaslu dan DKPP.

"Sehingga kita ikuti seluruh tahapan pemilu dengan sebaik baiknya dan pasti ada momentum pengusungan capres/cawapres dan terjadi pengerucutan dari seluruh partai partai yang bergabung," lanjutnya.

Saat ini, lanjut Hasto, PDI Perjuangan sedang mempersiapkan mempersiapkan visi misi capres dan progressnya sudah sekitar 80 persen.

"Sekarang PDI Perjuangan sedang mempersiapkan visi misi capres. Progressnya sudah sekitar 80 persen. Ini kami sudah melakukan meet up dengan tim dari pemerintahan Presiden Jokowi sehinga visi misi ini nanti menjadi menunjukan adanya kesinambungan antara prestasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi dengan calon presiden dan calon wakil presiden yang nanti akan diputuskan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri," jelas Hasto.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Internal PDIP Tidak Ada Pembelahan Kubu

Hasto juga menegaskan di internal PDIP tidak ada kesan di publik ada pembelahan antara kubu Puan dan kubu Ganjar Pranowo.

"Sebenarnya opini publik tidak terbagi. Itu menunjukan bahwa tugas parpol di dalam menyiapkan calon-calon pemimpin itu dilihat masyarakat. Di dalam negara demokrasi masyarakat boleh memberikan preferensi, tapi dalam pertimbangan untuk menetapkan capres melalui pertimbangan yang sangat matang," ucapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.