Sukses

Update Covid-19 Kamis 19 Mei 2022: Positif 6.051.850, Sembuh 5.891.574, Meninggal 156.510

Liputan6.com, Jakarta Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 hari ini, Kamis (19/5/2022) kembali bertambah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan terjadi peningkatan 318 pasien pada hari ini.

Total kasus positif virus Corona terhitung sejak Maret 2020, kini menjadi 6.051.850 orang. 

Seiring kenaikan jumlah pasien positif, mereka yang telah sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 juga ikut mengalami penambahan.   

Naik sebanyak 384, sehingga angka kumulatif kasus sembuh dari paparan virus Corona di Indonesia hingga saat ini menyentuh angka 5.891.574 jiwa.   

Satgas Covid-19 juga mengungkap masih ada kasus meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah keseluruhan warga yang berpulang akibat terpapar Covid-19 mencapai 156.510 orang, setelah terjadi penambahan 12 orang.   

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Rabu, 18 Mei 2022, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Kamis (19/5/2022) pada jam yang sama.

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Suharyanto merilis surat edaran terbarunya tentang Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) bernomor 19 tahun 2022.

Menurut Suharyanto, ketentuan atau persyaratan untuk memasuki wilayah Indonesia adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan mengunduh aplikasi tersebut sebelum keberangkatan.

"PPLN juga harus bisa menunjukkan kartu/sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis kedua seminimalnya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan sebagai persyaratan memasuki Indonesia," kata Suharyanto dalam surat edarannya, Rabu, 18 Mei 2022

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

2 dari 3 halaman

Pelonggaran Penggunaan Masker

Rahmad mengatakan, pelonggaran penggunaan masker merupakan keputusan penyesuaian, mengingat saat ini kondisi Covid-19 di Indonesia sangat terkendali.

Kementerian Kesehatan mencatat rata-rata tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 nasional sebesar 2% per Kamis, 12 Mei. 

Rahmad meyakini pemerintah membuat keputusan tersebut berdasarkan masukan, kajian, dan diskusi dengan para ahli serta perbandingan dengan negara lain. Setidaknya 40 negara sudah melonggarkan kebijakan penggunaan masker, bahkan beberapa negara sudah bebas masker.

"Ini start kita untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 dengan cara seperti itu," ujar Rahmad.

Di sisi lain, Rahmad mengimbau kepada masyarakat agar menjalankan kebijakan pelonggaran penggunaan masker secara bertanggung jawab. Kalau memang dalam keadaan sakit atau ramai, harus tetap memakai masker meski di luar ruangan.

Masyarakat juga wajib menggunakan masker saat berada di dalam ruangan, sesuai kebijakan pemerintah.

Selain itu, Rahmad juga mendorong masyarakat tetap mendapatkan vaksin lengkap. "Vaksinasi jadi senjata kita yang cukup efektif untuk melawan Covid-19," kata Rahmad.

3 dari 3 halaman

Transisi Pandemi ke Endemi

Dalam kesempatan berbeda, anggota Komisi IX Luqman Hakim mengatakan kebijakan pelonggaran penggunaan masker mencerminkan bahwa pemerintah mengendalikan Covid-19 secara terukur, sistematis dan konsisten. Dia juga sepakat keputusan ini sebagai bukti keberhasilan penanganan pandemi berkat peran aktif masyarakat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyampaikan kebijakan tersebut merupakan bagian upaya transisi dari pandemi ke endemi. Pemerintah melakukan upaya transisi secara bertahap dengan memperhatikan imunitas masyarakat terhadap Covid-19, termasuk varian baru Corona BA2.

"Ternyata BA2 itu sudah dominan juga di Indonesia dan di India tetapi berbeda dengan negara-negara lain seperti Cina dan Amerika, kita tidak mengamati adanya kenaikan kasus yang tinggi dengan adanya varian baru. Jadi relatif Indonesia dan India imunitas dari masyarakatnya terhadap varian baru sudah relatif cukup baik," kata Budi dikutip dari setkab.go.id.

Dia menambahkan, hasil penelitian antibodi tubuh terhadap virus atau Sero survei yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat khususnya di Jawa-Bali jelang mudik Lebaran tahun ini menunjukkan bahwa 99,2 persen telah memiliki antibodi baik yang berasal dari vaksin maupun infeksi COVID-19.

Hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan kadar atau titer antibodi dibanding survei yang dilakukan pada Desember tahun lalu.