Sukses

Menteri Ingin Maju Pilpres Didesak Mundur, Sandiaga: Itu Hak Prerogatif Presiden

Liputan6.com, Jakarta - Menparekraf Sandiaga Uno angkat bicara mengenai permintaan berbagai petinggi parpol, agar para menteri yang berniat maju pada Pilpres 2024 segera mundur dari posisinya.

Sandiaga Uno menyebut posisi menteri merupakan wewenang penuh dari Presiden Joko Widodo.

“Jabatan menteri itu prerogatif presiden, tentunya presiden nanti yang akan menentukan jabatan menteri. Beliau juga yang akan memastikan ini demi kepentingan nasional dan manayan bisa memberikan dampak terbaik, itu murni hak prerogatif presiden,” kata Sandiaga di Istana Wakil Presiden, Kamis (12/5/2022).

Sandiaga mengaku sepakat dengan perintah Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin agar seluruh menteri fokus bekerja.

“Saya sepakat ya, dan itu jelas sekali arahan presiden dan itu tadi diperkuat dan digaris bawahi oleh abah, bahwa kita fokus di tugas dan fungsi. Ini krusial karena kita masuk di periode kebangkitan momentum kepulihan pandemi, jangan sampai kita akhirnya miss fokus,” ucap Sandiaga Uno.

2 dari 3 halaman

Siap Mundur Jika Jadi Diusung

Meski demikian, terkait kemungkinan dirinya diusung menjadi Capres atau Cawapres saat masih menjabat menteri, Sandiaga menyatakan siap mundur seperti saat Pilpres 2019 dirinya mundur dari posisi Wagub DKI Jakarta saat akan mendaftar sebagai Cawapres bersama Prabowo Subianto.

“Saya pernah lead by example ya, kalau teman-teman lihat waktu wagub, tidak ada ketentuan wakil gubernur mundur, saya mundur karena saya commit soal ini. Tapi saat ini, ini hak prerogatif presiden dan saya menjalankan fungsi dan tugas di Kemenprekraf sesuai dengan amanah dari beliau,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Diminta Fokus

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta para menteri yang berniat maju Pilpres 2024 untuk tetap fokus pada tugasnya di Kementerian masing-masing.

“Tetap fokus, itu jangan tinggalkan pekerjaan,” kata Ma’ruf di Istana Wapres, Kamis (12/5/2022).

Ma’ruf mengingatkan bahwa perintah Presiden Jokowi agar para menteri untuk fokus bekerja harus dijalankan.

“Yang penting seperti presiden bilang, fokus pekerjaan,” tegasnya.