Sukses

KSAD Dudung: Saya Tak Ingin Ada Prajurit-prajurit yang Menderita

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman merasa senang, setelah operasi terhadap bayi kembar siam Joana dan Jovalin Lamoa berjalan dengan lancar. Diketahui, bayi tersebut merupakan anak dari Sersan Dua (Serda) Fredrik.

"Saya pertama-tama menyampaikan puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT, mungkin hari ini saya dalam hidup ini adalah yang paling bahagia adalah hari ini karena saya bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi anaknya prajurit saya selama dua tahun 4 bulan dalam kondisi dempet," kata Dudung di Mabesad, Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Dengan suksesnya operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut, jenderal bintang empat ini tidak ingin ada anak buahnya yang menderita.

"Saya tidak menginginkan ada prajurit-prajurit saya menderita, saya tidak menginginkan prajurit-prajurit saya ada kesulitan," ujarnya.

Oleh karena itu, ia pun memerintahkan kepada seluruh prajurit untuk memeriksa. Apakah ada anggotanya yang mengalami sakit hingga bertahun-tahun dan belum adanya solusi.

"Saya sampaikan kepada seluruh jajaran coba dicek. Jangan sampai ada anak buah yang sakit bertahun-tahun tidak ada solusinya. Ini harus ditemukan, dan kita harus bisa berbuat," tegasnya.

"Begitu juga dengan masyarakat, sudah beberapa kali juga dari satuan-satuan melaporkan ada masyarakat, bahkan waktu itu ada wartawan dari Metro laporan ke saya bahwa anaknya tidak punya anus, saat itu laporan sama saya. Hari itu juga saya langsung telepon Karumkit, hari itu juga dioperasi. Dan Alhamdulillah sekarang sudah baik," tutup Dudung.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Ikut Berbahagia

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat melalui Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna menyampaikan ucapan ikut berbahagia dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan pemisahan kembar siam Joana dan Jovalin melalui tindakan Operasi yang berjalan dengan lancar selama kurang lebih 4 Jam di RSUP Prof.Dr.R.D..Kandou Manado Sulawesi Utara, Kamis (21/4)

Keluarga prajurit Serda Fredrik Lumowa dan Ny Marcela Sumakul sangat berbahagia dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa tindakan medis pemisahan buah hati Joana dan Jovalin berjalan baik dan lancar.

"Mohon doanya, semoga keduanya segera pulih dan sehat. Kami dan keluarga juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kasad dan Ibu yang telah memperhatikan putri kami. Kepada seluruh tim dokter, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas segala upaya medis untuk kesehatan putri kami,” ujar Serda Fredrik.

 

 

3 dari 3 halaman

Pemeriksaan Kesehatan si Kembar

Sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatan si kembar Joana dan Jovalin yang berumur 2 tahun 3 bulan, sehingga dipastikan dapat dilakukan tindakan medis operasi pemisahan.

Tindakan medis operasi pemisahan dilakukan pada hari Kamis 21 April 2022 dimulai dari pukul 08.30 WITA dan hingga pukul 12.46 WITA. Operasi pemisahan si kembar berjalan dengan lancar dan pemisahan berhasil dengan baik. Selanjutnya dilakukan tindakan medis dan secara keseluruhan baru selesai pada pukul 15.45 WITA.

Operasi pemisahan kembar siam Joana dan Jovalin dilakukan oleh Tim dokter terpadu sebanyak 67 orang dokter yang diketuai oleh DR,dr Harsali Lampus Sp.BA .

Pada kesempatan ini, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Mukhlis SAP MM ikut memantau jalannya operasi pemisahan bayi kembar siam Joana dan Jofelin Lumowa. Sebelum hari pelaksanaan operasi, Brigjen Mukhlis telah berada di rumah sakit dan mengikuti informasi proses operasi hingga selesai.

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com