Sukses

Kemenkominfo Beri Pelatihan tentang Etika Berjejaring pada Generasi Muda Maluku-Papua

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) kembali memberikan pelatihan pada generasi muda Papua-Maluku pada Selasa (27/9/2022). Kali ini bertema 'Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu' dan dilakukan secara daring.

Sejumlah narasumber yang hadir yaitu Kepala Program Studi Teknik Elektro STTI Nur Rahma Yenita, Operation Director TC Invest M Deddy Gunawan, dan Rans Nusantara FC/ Assistant Manager Denny Abal.

Kepala Program Studi Teknik Elektro STTI Nur Rahma Yenita menyampaikan, keamanan dalam berjejaring di media digital atau sosial media adalah sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara online ataupun offline dapat dilakukan secara aman.

"Tidak hanya menjaga data yang sifatnya umum untuk disalahgunakan, namun juga data pribadi yang sifatnya rahasia, ini salah satu etika yang harus dijaga dalam berjejaring," ujar Rahma melalui keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).

"Mengenai tentang jarimu harimaumu, dari sisi hukum sendiri sudah bertindak tegas sebenarnya, di mana pada UU Nomor 19 tahun 2016 dan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang dapat menjerat siapapun yang tidak benar dalam menggunakan media sosial. Undang-undang ini berlaku sampai sekarang, apapun kasusnya untuk segala aktivitas yang melanggar etika dan norma di dunia digital," tambah Rahma.

Operation Director TC Invest M Deddy Gunawan menambahkan, iinteraksi di ruang digital saat ini makin intens, yang dilakukan oleh manusia nyata dengan latar beda kultur saling berinteraksi, lalu terciptanya standar komunikasi baru, hingga semakin banyak orang terkoneksi mendapatkan kesempatan untuk kolaborasi.

"Untuk itulah diperlukan etika dalam interaksi digital. Cakupan etika digital, yakni melakukan sesuatu dengan sadar berdasarkan tujuan, lalu memiliki integritas dan jujur, kemudian berbagi kebajikan memiliki manfaat, akhirnya bertanggung jawab sesuai konsekuensi," kata Deddy.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Alasan Pelatihan

Masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan dunia digital, lebih dari 73 persen penduduk Indonesia aktif menggunakan media digital di berbagai platform yang tercatat kurang lebih 204,7 juta penduduk pada Februari 2022.

Di sisi lain, juga tercatat 191 juta penduduk yang aktif berekspresi di media sosial pada Januari 2022 yang terus bertambah setiap harinya sampai hari ini.

Beragam karya sudah terpapar nyata di media sosial, dan bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat indonesia bahkan dunia. Namun, ada positif tentu ada negatif. Banyak kasus negatif yang terjadi di dunia digital, dari penipuan hingga bullying yang semua itu tidak pandang umur dan status siapapun.

Dunia digital sudah lekat dalam keseharian masyarakat, dari mencari informasi sampai berkarya membangun citra serta karakter pribadi dimata masyarakat sesama pengguna media digital. Ini lumrah sebenarnya untuk saat ini, namun kita tetap punya etika dan norma yang harus ditaati serta dalam berinteraksi dengan komunitas atau lawan bicara di dunia maya atau jejaring digital.

Pengguna media digital beragam umur dan profesi tentunya. Perubahan gaya hidup jadi serba digital menawarkan kemudahan dalam melakukan berbagai aktivitas. Masyarakat semakin nyaman melakukan ativitas apapun di media digital walaupun beresiko tinggi, untuk itu perlunya ada pemahaman.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.