PKB soal Jatah PAN: Bisa Menteri, Wamen, atau Kompensasi

PAN disebut-sebut akan mendapatkan jatah di kabinet usai bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Diterbitkan 27 Agustus 2021, 12:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PAN disebut-sebut akan mendapatkan jatah di kabinet usai bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

PKB memandang, jatah tersebut tergantung kesepakatan PAN dengan Presiden Jokowi sendiri. Sehingga, masih bisa bersifat spekulatif.

"Soal kesepakatan PAN dengan pak Jokowi tentu mereka yang menentukan. Jadi apapun hasil kesepakatan mereka itu sangat menentukan," kata Politikus PKB Abdul Kadir Karding, Jumat (27/8/2021).

Karena itu, mungkin saja bisa Menteri atau Wakil Menteri, atau kompesansi lain diperoleh PAN dengan bergabung ke koalisi.

"Jadi apapun juga termasuk di dalamnya apakah menteri, atau wamen atau mungkin kompensasi-kompensasi lain sebagai konsekuensi dia bergabung ke koalisi. Jadi kita tunggu saja," ujar Karding.

 

Teman Baru

Sebelumnya, PAN telah bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah. PAN hadir saat pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan partai pendukungnya.

Namun, sejumlah pimpinan koalisi pemerintah membantah pertemuan tersebut juga membahas pembagian jatah bagi PAN.

"Ini terlalu dini, belum tentu. Kita tunggu saja apa yang akan diambil atau tindak lanjut dari pertemuan sore kemarin. Pertemuan itu menurut saya lebih kepada pertemuan yang sesungguhnya lama tidak dilakukan parpol koalisi, giliran bertemu kita punya teman baru (PAN)," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi
  • PKB
  • PAN