Sukses

Menparekraf: Vaksinasi Covid-19 di Bali Menjadi Tertinggi di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, tingkat protokol kesehatan berbasis kebersihan, kesehatan, kemanan, dan ramah lingkungan di Bali telah mencapai 94,88 persen. Hal tersebut dikatakan Sandiaga saat mengikuti diskusi terbatas gerakan sosial peduli bali secara daring bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Selasa (15/6/2021).

"Artinya, Bali sudah semakin patuh pada protokol kesehatan. Vaksinasi di Bali sudah menjadi yang tertinggi di Indonesia," kata Sandiaga, Selasa (15/6/2021).

Sebab itu Sandiaga pun nantinya akan menyusun laporan dan menggelar rapat koordinasi tingkat menteri. Kemudian nantinya akan dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Maka kami juga akan susun laporan secara teknis dan menggelar rapat koordinasi tingkat menteri untuk memperkuat persipan yang nantinya akan dibawa ke rapat terbatas bersama Presiden,” tuturnya.

Sementara Gubernur Bali I Wayan Koster yang hadir pada diskusi tersebut memaparkan, kondisi Covid-19 di wilayahnya semakin membaik. Catatan dia, hingga saat ini penambahan jumlah kasus positif Covid-19 sudah stabil pada angka di bawah 50 kasus.

Belum lagi kata dia tingkat kesembuhan yang mencapai 96 persen dan jumlah kasus meninggal karena Covid-19 kurang dari 5 orang. Tidak hanya itu, Wayan juga menjelaskan, pelaksanaan program vaksinasi di Bali dengan target 3 juta penduduk telah mencapai 56,53 persen untuk suntikan pertama.

“Bahkan di beberapa wilayah destinasi utama wisata, sudah ada yang mencapai 100 persen untuk suntikan pertama dan kedua, termasuk juga vaksinasi bagi para pelaku pariwisata,” jelas Wayan.

2 dari 3 halaman

Siap Buka Pariwisata

Dari catatan-catatan itu, Wayan menegaskan, Bali telah siap membuka kembali pariwisatanya baik untuk wisawatan domestik maupun mancanegara. Sebagai informasi, pihaknya telah mencatat peningkatan kunjungan wisatawan domestik yang mencapai 8.000-9.500 orang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dan 10.000-11.000 wisawatan melalui jalur darat.

“Jadi tidak ada jawaban lain. Kami siap membuka pariwisata,” kata Wayan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi siap mendukung upaya pemerintah Provinsi Bali dan Kemenparekraf melalui komunikasi dengan negara-negara target wisatawan Bali. Retno pun mengingatkan bahwa upaya menekan penyebaran Covid-19 tidak hanya berlaku di Bali.

“Kalau tidak berhasil menekan kasus secara nasional, nanti hasilnya juga tidak akan optimal. Ini tantangan kita bersama,” ungkap Retno.

Reporter: Intan Umbari Prihatin 

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: