Sukses

Top 3 News: Kawah Misterius di Dekat Lokasi Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Liputan6.com, Jakarta - Ada kawah misterius di dekat lokasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali. Kawah tersebut dilaporkan memiliki kedalaman hingga 15 meter.

Penemuan kawah tersebut terdeteksi usai KRI Nigel dan kapal China Tan Suo Er Hao melakukan investigasi di kedalaman 838 meter.

Hingga kini belum diketahui apa yang ada di dalamnya, karena kondisinya gelap dan tertutup lumpur. Berita ini menjadi terpopuler pertama di top 3 news, Kamis, 20 Mei 2021.

Sementara itu, pada sidang Rizieq Shihab dengan agenda pembacaan pledoi ada sejumlah momen menarik saat mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut membacakan pembelaannya.

Dia menyebut nama Basuki Tjahja Purnama atau Ahok dengan mengatakan apa yang dijalaninya saat ini adalah bagian dari balas dendam mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut atas kasus penistaan agama.

Berita lainnya, kasus dugaan penistaan terhadap Palestina oleh seorang siswa SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah juga tak kalah menuai sorotan. Umpatan yang bernada penghinaan terhadap Palestina sempat viral di media sosial.

MS mengumpat negara Palestina menggunakan nama binatang di akun TikTok miliknya. Akibat perbuatannya, MS kini telah dikeluarkan oleh sekolahnya. 

Hal ini membuat politikus Demokrat Jansen Sitindaon angkat suara. Menurutnya, tindakan yang harus dilakukan pihak sekolah seharusnya mendidik, bukan mengeluarkan.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Kamis, 20 Mei 2021:

2 dari 5 halaman

1. 3 Fakta soal Kawah Misterius di Dekat Lokasi Tenggelamnya KRI Nanggala 402

Sebuah kawah misterius ditemukan di dekat lokasi ditemukannya puing KRI Nanggala 402. Kawah ini ditemukan saat TNI dan bantuan teknologi dari kapal China Tan Suo Er Hao melakukan investigasi di lokasi tenggelamnya KRI Nanggala di perairan utara Bali pada kedalaman 838 meter.

"Ini adalah perkembangan dari investigasi bersama bantuan kapal China Tan Suo Er Hao," kata Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksda Iwan Isnurwanto saat jumpa pers soal KRI Nanggala 402 di Bali yang disiarkan daring, Selasa, 18 Mei 2021.

Operasi investigasi ini pada awalnya dilakukan dengan menitikberatkan pengangkatan. Namun, tidak jauh dari titik operasi tersebut, ada kawah misterius yang belum diketahui apa yang ada di dalamnya.

Pada dive operation pertama, Kapal Tan Suo melakukan investigasi memeriksa betul dengan deep vehicle dengan kedalaman 839 meter.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Rizieq Shihab Seret Nama Ahok di Pleidoi Kasus Kerumunan

Terdakwa Rizieq Shihab menilai proses hukum yang dijalaninya bersama terdakwa lainnya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Kabupaten Bogor merupakan dendam politik atas kekalahan mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dalam Pilgub 2017.

Hal itu disampaikannya ketika membacakan pleidoi saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

Rizieq Shihab menganggap perkara kerumunan ini dendam politik atas aksi 411 maupun 212 yang turut memojokkan Ahok dalam kasus penistaan agama.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa semua ini bermula dari aksi bela Islam 411 dan 212 pada 4 November dan 2 Desember Tahun 2016, saat itu Umat Islam Indonesia bersatu menuntut Ahok si penista agama untuk diadili karena telah menistakan Alquran," ujar Rizieq saat membacakan pleidoi. 

Rizieq merasa gerakan tersebutlah yang menumbangkan Ahok pada Pilgub DKI 2017 dan menjadi awal mula dirinya sebagai target kriminalisasi.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3.Pelajar Bengkulu Hina Palestina Dikeluarkan Sekolah, Politikus Demokrat: Jika Bersalah Didiklah

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengaku tak sepakat jika pelajar di Bengkulu dikeluarkan dari sekolah setelag melakukan penghinaan terhadap Palestina.

Hal ini menyusul MS (19), pelajar kelas II SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu yang dikeluarkan dari sekloah karena mengunggah umpatan yang dianggap melecehkan Palestina.

Menurut Jansen, jika MS bersalah maka mestinya dia dididik bukan justru dikeluarkan dari sekolah. Ia juga menegaskan ketidaksetujuannya jika MS diproses secara hukum lantaran aksi isengnya itu.

"Jikapun dianggap bersalah, didiklah dia karena itulah fungsi pendidikan dan sekolah. Termasuk saya tidak setuju jika ada proses hukum. Karena hal ini masih bisa kita luruskan bersama," kata dia.

Sebelumnya MS harus berurusan dengan hukum usai unggahannya yang bernada penghinaan terhadap Palestina viral di media sosial. Melalui video 8 detik itu, MS mengumpat negara Palestina menggunakan nama binatang di akun TikTok miliknya.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: