Sukses

5 Program Pemprov DKI Hadapi Banjir, Warga Diminta Tak Buang Sampah Sembarangan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk menghadapi banjir Jakarta di musim penghujan ini.

Menurut Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Dudi Gardesi, upaya-upaya tersebut dibagi ke dalam lima program.

Kelimanya adalah program grebek lumpur, pemeliharaan pompa, sumur resapan atau drainase vertikal, penanganan banjir rob dengan membuat tanggul atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), serta sistem polder.

Meski begitu, Dudi mengatakan, semua upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta tak akan ada efeknya jika tidak mendapat dukungan dari masyarakat.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat DKI Jakarta untuk membantu Pemprov DKI Jakarta dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Kali sudah kita keruk, ya mohon masyarakat minimal tidak buang sampah sembarangan. karena bagaimanapun juga, sedikit saja (buang sampah) tapi kalau dilakukan oleh banyak orang, maka akan jadi hal yang signifikan, bisa menyumbat serta menghalangi jalan-jalan air yang ada," ujar Dudi dalam Konferensi Pers Siaga Banjir Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, dia juga mengungkapkan, personel yang dimiliki Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta terbatas.

Oleh sebab itu, pada musim penghujan ini, lanjut Dudi, tidak semua lubang di Jakarta bisa diawasi sehingga masih ada banyak genangan meski seluruh pasukan sudah dikerahkan saat sedang turun hujan.

"Setiap hujan pun pasukan kami berada di lapangan untuk memastikan tidak ada genangan tapi ya dengan keterbatasan kami, tidak semuanya bisa kita awasi. Lubang di Jakarta itu banyak sekali. Personel kita tidak bekerja 24 jam. Jadi mohon kerjasamanya, kita sudah bekerja, minimal tidak buang sampah sembarangan," papar Dudi.

 

2 dari 4 halaman

5 Program Pemprov DKI Jakarta

Dudi kemudian memaparkan kelima program Pemprov DKI Jakarta satu per satu. Pertama, kata dia, program grebek lumpur sendiri, sepanjang 2020 sudah ada 23 waduk yang dikeruk.

"Volume pengerukan hingga 446402,95 meter kubik (m3). Sementara itu, untuk pengerukan kali ada 93 lokasi, dengan volume pengerukan 279967,493 m3," terang dia.

Terakhir, lanjut Dudi, sebanyak 390 saluran penghubung sudah dikeruk dengan volume 121002,6 m3.

"Gerebek lumpur atau pengangkatan sedimen untuk memperluas daya tampung sungai dan waduk kata Dudi telah dilakukan di berbagai tempat. Nah yang saya sebutkan tadi untuk tahun 2020 ya. Tahun-tahun sebelumnya juga sudah dilakukan pengerukan di lokasi lain," kata Dudi.

Kedua, lanjut dia, untuk penanganan banjir rob melalui NCICD, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan 487 pompa stasioner di 178 lokasi, 175 pompa mobile di 5 wilayah, 257 alat berat, 465 dump truck, 36 pintu air, dan 8.101 personel pasukan biru.

"Lokasi prioritas pembangunan tanggul pantai yang sudah ditentukan, yakni di Kamal Muara, Kali Blencong, Kali Adem-Muara Angke, Pantai Muara, Sunda Kelapa, dan Tanjung Priok. Saat ini telah terbangun sepanjang 12,6 Km tanggul pantai," terang dia.

Sementara itu, untuk sumur resapan atau drainase vertikal, sudah ada 2.974 titik di 777. Drainase vertikal itu tersebar sekolah-sekolah, taman kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), masjid, dan di gedung-gedung pemerintahan daerah.

"Kami bekerja sama dengan unsur-unsur terkait di wilayah dan melibatkan masyarakat juga," ucap Dudi.

Untuk pembangunan atau rehabilitasi sistem polder pada 2021-2022, lokasinya tersebar di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

"Di Kelapa Gading ada Pompa Kali Betik dan Pompa Artha Gading. di Pulo Gadung, Pompa Pulomas. Sementara itu di Cakung-Cilincing tersedia Pompa Marunda, terakhir di Makasar, Jakarta Timur ada Pompa Tipala," jelas Dudi.

 

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber : Merdeka

3 dari 4 halaman

Hujan Ekstrem dan Banjir, Sukabumi, Bogor, Jakarta

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: