Sukses

Dianggap Sesat, Jemaah LDII Lombok Timur Diserang

Liputan6.com, Mataram: Sekitar 300 orang menyerang jemaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusatenggara Barat, Sabtu (28/9) malam. Empat rumah hangus dibakar dan sebuah musala rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sekitar 72 pengikut LDII, termasuk anak-anak terpaksa mengungsi ke Markas Kepolisian Resor Lombok Timur. Sejauh ini, polisi belum menangkap para perusuh. Demikian penjelasan Kepala Kepolisian Daerah NTB Brigadir Jenderal Polisi Iman Haryatna di Mataram, Ahad (29/9) dini hari.

Menurut Kapolda, penyerangan disulut lembaran fotokopi sebuah majalah terbitan Jakarta yang menyebutkan LDII adalah aliran sesat. Isi salinan yang beredar itu secara serentak menyihir ratusan massa dari sejumlah desa untuk menyerbu jemaah LDII di Desa Batuyang. Bahkan, dua peleton pasukan perintis polisi pun tak mampu mencairkan amuk massa itu.

Dua pekan silam, sebuah masjid milik LDII di Brebes, Jawa Tangah, juga dibakar massa. Diduga, warga marah karena mendengar kabar tempat ibadah milik LDII tersebut ekslusif. Hanya pengikut mereka saja yang boleh menginjak masjid yang sedang dibangun itu. Penilaian warga ini dibantah Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LDII K.H. Abdullah Syam. Menurut dia, selama ini, memang banyak pihak yang kerap menyudutkan LDII [baca: Masjid Milik LDII Dibakar Warga].

Kasus penyerangan umat dengan alasan ajaran sesat ini bukan kali pertama terjadi di Lombok Timur. Tiga pekan lampau, warga menyerang umat Ahmadiyah. Sekitar 200 pengikut Ahmadiyah pun terpaksa mengungsi ke Mapolres Lombok Timur [baca: Masjid Aliran Ahmadiyah di Lombok Dirusak Massa].(ZAQ/Beky Mardani Adhar Hakim)
    Loading