Sukses

Dishub DKI: Sepeda Motor Masih Boleh Berboncengan Saat PSBB, Asal...

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pengendara kendaraan roda dua masih diperbolehkan untuk berboncengan selama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Meski begitu, ada syaratnya.

"Sementara untuk kendaraan bermotor roda dua pribadi selain pengendara juga bisa mengangkut penumpang, tapi dengan catatan bahwa penumpang tersebut adalah satu alamat dengan pemilik kendaraan dimaksud. Tujuannya saat ini roda dua juga jadi moda utama para pekerja di Jakarta untuk melakukan kegiatan sehari-hari," kata Syafrin di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2020).

Meski begitu, untuk ojek online (Ojol) tetap hanya diperbolehkan mengangkut barang atau logistik saja dan tidak diperbolehkan untuk mengangkut penumpang.

"Sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2018 dan PP 21 Tahun 2020 dan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020. Sehingga pengaturan roda dua online sudah dijelaskan hanya untuk angkutan logistik," ujarnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menambahkan, pengendara roda dua pribadi masih tetap diperbolehkan untuk berboncengan. Namun, mereka harus menggunakan masker dan juga sarung tangan.

"Kemudian mengacu pada ini juga, Pasal 18 ayat 5 maka penggunaan sepeda motor motor pribadi berboncengan itu masih diperbolehkan asalkan baik pengguna maupun yang dibonceng itu semuanya wajib menggunakan masker serta sarung tangan," ujar Sambodo.

Ia menegaskan, pemakaian masker juga harus digunakan oleh pengendara dan penumpang roda empat dan bukan hanya kepada pengendara dan penumpang roda dua saja.

"Tambahan untuk mobil penumpang pribadi itu juga semuanya wajib menggunakan masker di dalam kendaraan. Jadi ketika dia berkendara baik driver maupun penumpang, semuanya wajib menggunakan masker," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Hanya untuk Angkutan Barang

Ia mengungkapkan, untuk angkutan roda dua berbasis aplikasi online. Tetap boleh beroperasi, tapi hanya untuk menangkut barang atau logistik saja.

"Di dalam ketentuan ini juga, di dalam Pasal 18 ayat 6 disebutkan bahwa angkutan roda dua yang berbasis aplikasi dibatasi penggunannya hanya untuk angkutan barang," tutup Sambodo.

 

Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: