Sukses

WNI Kru Kapal Diamond Princess Merasa Dibunuh Perlahan, Menkes: Itu Presepsi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawam Agus Putranto menanggapi keluhan Warga Negara Indonesia (WNI) kru kapal Diamond Princess yang merasa dibunuh perlahan karena tak kunjung dievakuasi. Padahal, tercatat sudah 9 WNI kru kapal itu yang dinyatakan positif terpapar virus corona.

Menurut Terawan, pernyataan tersebut hanya persepi karena sudah ada sejumlah orang yang dinyatakan positif virus corona di kapal itu. Pemerintah, kata dia, akan mengirimkan tim trauma healing untuk mengatasinya.

"Itu kan persepsi. Makanya saya ngomong, tim trauma healing lah yang turun," ucap Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/2/2020).

"Namanya persepsi. Persepsi kan boleh, persepsi bisa dibikin apa saja. Tergantung nanti tim psikologi dan psikiater itu mendekat," sambung dia.

Terawan menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih bernegosiasi dengan otoritas Jepang terkait evauasi 69 WNI kru kapal Diamond Princess, yang masih negatif dari virus corona. Pemerintah berhati-hati dalam mengevakuasi WNI tersebut agar tak ada virus corona yang masuk ke Indonesia.

"Resikonya kalau (Indonesia) jadi episentrum (virus corona), gimana kira-kira. Itu yang harus disadari. Kalau jadi episentrum itu dampaknya luar biasa untuk ekonomi maupun yang lainnya," jelas Terawan.

WNI yang merupakan kru kapal pesiar Diamond Princess menyampaikan pesan agar segera dievakuasi. Di mana hingga kini lebih dari 600 penumpangnya terjangkit Virus Corona COVID-19.

Permintaan mereka langsung ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, lewat sebuah video berdurasi satu menit delapan detik yang dititipkan kepada ABC Indonesia yang dikutip Selasa (25/2/2020).

 

2 dari 2 halaman

Pengakuan Para WNI

Dalam video tersebut, sejumlah orang yang mewakili 74 kru Indonesia di atas kapal pesiar meminta pemerintah untuk memulangkan mereka dari kapal Diamond Princess. Mereka mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatan mereka yang berpotensi tertular Virus Corona.

"Kepada Pak Presiden Jokowi yang terhormat, kami yang berada di Diamond Princess di Yokohama sudah sangat takut, ibaratnya dibunuh pelan-pelan."

"Kami di sini untuk menghidupi keluarga di Indonesia. Jangan biarkan kami sakit dan mati perlahan-lahan karena kelamaan dievakuasi," tutur salah satu di antara sepuluh orang kru yang ada di video tersebut.

Mereka juga meminta pemerintah tidak menjemput mereka dengan kapal laut yang memakan waktu dua minggu perjalanan sampai ke Jepang.

Loading