Sukses

Ahok: Perceraian Membuat Saya Stres, Reputasi Rusak dan Kehilangan Harta

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok mengaku stres ketika akan bercerai dengan Veronica Tan. Ahok mengatakan, bagi orang Tionghoa, perceraian adalah hal yang memalukan.

"Saya stres, reputasi sudah rusak, cerai, dan orang gereja menghakimi saya. Seolah-olah saya sebagai pendosa," kata Ahok saat meluncurkan buku "Panggil Saya BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob", Senin (17/2/2020).

Ahok mengaku dirinya tak pernah sekalipun mengucapkan kata cerai. Dia mengaku sudah berusaha merebut kembali mantan istrinya, Veronica Tan.

"Kalau ada laki-laki lain yang membuat dia tertarik, saya kurangnya apa? Apa saya kurang gagah? Saya nggak akan kalah, rebut kembali," kata dia.

Namun, pada akhirnya, keduanya memutuskan untuk bercerai. Saat itu, kata dia, semua harta tidak dibagi dua, namun diberikan kepada ketiga anak Ahok dan Veronica Tan.

"Saya bergumul, jadi tensi saya drop, perceraian paling merugikan, reputasi, harta habis. Saya mau tinggal di mana. Mana emaknya boleh tinggal sama dia (anak-anak)," kata Ahok.

Namun, saat dirinya membaca kembali ayat-ayat Tuhan, Ahok mengaku mulai tenang.

"Di dunia ini kalau satu pintu ditutup, pintu lain dibuka, Allah tidak pernah memberi kita cobaan yang tidak ada jalan keluar. Saya harus belajar, ketika saya iklas melepaskan semua," tandas Ahok.

2 dari 3 halaman

Gugatan Cerai

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melayangkan surat gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 5 Januari 2018.

Selain melayangkan gugatan cerai terhadap Veronica Tan, Ahok juga meminta hak asuh anak.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Loading