Sukses

Kabareskrim Selidiki Dugaan Tambang Liar Penyebab Banjir dan Longsor di Lebak

Liputan6.com, Jakarta - Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo berjanji akan mendalami dugaan Pembalakan dan penambangan liar di sekitar Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Kegaitan itu ditengarai menjadi penyebab terjadinya banjir bandang dan longsor di wilayah Lebak, Banten.

Banjir bandang dan longsor itu menimpa enam kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, pada Rabu 01 Januari 2020 lalu.

"Di sana nanti akan didalami, apakah karena masalah adanya hutan yang tipis, atau kondisi tanahnya yang labil, dan di situ juga pernah ada tambang-tambang. Nanti semuanya akan kita cek," kata Listyo ditemui saat meninjau lokasi banjir di Posko Gedung PGRI Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (05/01/2020).

Proses penyelidikan dan penyidikan dalam kawasan hutan konservasi itu akan dilakukan mantan Kapolda Banten, setelah massa tanggap darurat selesai serta kondisi warga terdampak bencana alam stabil.

Saat ini dia meminta semua pihak, terutama Polri, untuk melakukan proses pertolongan, evakuasi dan pembersihan rumah warga terdampak bencana longsor dan banjir bandang.

"Ya nanti setelah ini akan dilakukan penertiban. Yang terpenting bagaimana mengembalikan masyarakat terkena dampak ini untuk segera pulih dan setelah itu proses ke depan nanti akan kita laksanakan berikutnya," jelasnya.

 

2 dari 3 halaman

Berikan Bantuan

Dalam kesempata itu, Listyo juga memberikan bantuan kepada para korban di posko pengungsian. Dia datang bersama sang istri, di sambut oleh Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo dan Kapolres Lebak AKBP Andre Firman.

"Kalau nominal bantuannya saya enggak tahu ya. Tapi ada makanan, pakaian, terus selimut, penyedot air yang mungkin bisa digunakan untuk membersihkan, obat-obatan," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading