Sukses

Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan, Cek di Sini

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami hari tanpa bayangan antara September hingga Oktober 2019. Hari tanpa bayangan merupakan fenomena alam langka di mana Matahari akan ada tepat di atas garis khatulistiwa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan pada hari tanpa bayangan, Matahari berada di posisi paling tinggi di langit.

"Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit," tulis BMKG dalam laman resminya, seperti dilansir Liputan6.com, Jumat (13/9/2019).

Oleh karena itu, sejumlah wilayah di Indonesia pada siang hari tidak akan memiliki bayangan sama sekali. Matahari tentu akan terasa lebih terik dari biasanya.

"Akibatnya, bayangan akan menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari saat terjadinya kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," jelas BMKG.

Berdasarkan situs resmi BMKG, ini wilayah Indonesia mengalami hari tanpa bayangan:

2 dari 8 halaman

Sumatera

Wilayah Indonesia yang akan mengalami hari tanpa bayangan di beberapa wilayah termasuk di Pulau Sumatera. Ini tanggal dan waktu hari tanpa bayangan di Pulau Sumatera:

- Banda Aceh, 9 September 2019, pukul 12.36 WIB

- Medan, 14 September 2019, pukul 12.21 WIB

- Padang, 25 September 2019, pukul 12.21 WIB

- Pekan baru, 22 September 2019, pukul 12.07 WIB

- Bengkulu, 3 Oktober 2019, pukul 12.00 WIB

- Jambi, 27 September 2019, pukul 11.56 WIB

- Tanjung Pinang, 21 September 2019, pukul 11.55 WIB

- Palembang, 1 Oktober 2019, pukul 11.50 WIB

- Bandar Lampung, 7 Oktober 2019, pukul 11.46 WIB

- Pangkal Pinang, 29 September 2019, pukul 11.46 WIB

3 dari 8 halaman

Kalimantan

Sementara itu, tanggal dan waktu hari tanpa bayangan di Pulau Kalimantan:

- Pontianak, 23 September 2019, pukul 11.35 WIB

- Palangka Raya, 29 September 2019, pukul 11.14 WIB

- Banjarmasin, 2 Oktober 2019, pukul 12.11 WITA

- Samarinda, 24 September 2019, pukul 12.03 WITA

- Tanjungselor, 16 September 2019, pukul 12.05 WITA

4 dari 8 halaman

Bali, NTB, NTB dan Maluku

Hari tanpa bayangan akan terjadi juga di Bali, NTB dan NTB sekitar bulan Oktober 2019.

- Denpasar, 16 Oktober 2019, pukul 12.04 WITA

- Mataram, 16 Oktober 2019, pukul 12.01 WITA

- Kupang, 20 Oktober 2019, pukul 11.30 WITA

 

Sedangkan di Maluku hari tanpa bayangan akan terjadi di wilayah:

- Sofifi, 21 September 2019, pukul 12.23 WIT

- Ambon, 3 Oktober 2019, pukul 12.16 WIT

5 dari 8 halaman

Sulawesi

Sulawesi juga akan mengalami hari tanpa bayangan dibeberapa wilayah, seperti:

- Mamuju, 30 September 2019, pukul 11.54 WITA

- Makassar, 6 Oktober 2019, pukul 11.50 WITA

- Palu 25 September 2019, pukul 11.52 WITA

- Kendari, 3 Oktober 2019, pukul 11.39 WITA

- Gorontalo, 22 September 2019, pukul 11.40 WITA

- Manado, 19 September 2019, pukul 11.34 WITA

6 dari 8 halaman

Papua dan Papua Barat

Di Timur Indonesia yakni Papua dan Papua Barat juga akan mengalami hari tanpa bayangan, seperti:

- Manokwari, 25 September 2019, pukul 11.55 WIT

- Jayapura, 30 September 2019, pukul 11.27 WIT

7 dari 8 halaman

Jawa

Hari tanpa bayangan juga terjadi di Pulau Jawa, seperti:

- Serang, 9 Oktober 2019, pukul 11.42 WIB

- Bandung, 11 Oktober 2019, pukul 11.36 WIB

- Semarang, 11 Oktober 2019, pukul 11.25 WIB

- Yogyakarta, 13 Oktober 2019, pukul 11.24 WIB

- Surabaya, 12 Oktober 2019, pukul 11.15 WIB

- Jakarta Pusat, 9 Oktober 2019, pukul 11.40 WIB

- Jakarta Utara, 9 Oktober 2019, pukul 11.39 WIB

- Jakarta Timur, 9 Oktober 2019, pukul 11.39 WIB

- Jakarta Selatan, 9 Oktober, pukul 11.40 WIB

- Jakarta Barat, 9 Oktober 2019 11.40 WIB

- Kepulauan Seribu, 8 Oktober 2019, 11.41 WIB

 

Reporter: Syifa Hanifah

Sumber: Merdeka

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Cuaca Hari Ini: Waspada, Hujan dan Angin Kencang Intai Jaksel dan Jaktim
Artikel Selanjutnya
Gempa Hari Ini Goyang Maluku dan Kolaka Sulteng