Sukses

Menjelajah Kastil Matsuyama di Ehime dengan Kereta Gantung

Liputan6.com, Jakarta - Berlibur ke Jepang, kurang lengkap bila tidak menyambangi kastil bersejarah di negara ini. Salah satu kastil yang bisa didatangi adalah Kastil Matsuyama di Kota Matsuyama, Prefektur Ehime.

Ada sejumlah cara untuk menuju ke Kastil Matsuyama, dengan kereta gantung, kursi gantung, dan jalan kaki.

Liputan6.com saat mengikuti media trip bersama dengan Japan Airlines dan Japan National Tourism Organization (JNTO), menjelajah Kastil Matsuyama di Ehime dengan menggunakan kereta gantung. Staf dari pemerintah prefektur Ehime juga ikut bersama dengan rombongan.

Menuju Kastil Matsuyama dengan menggunakan kereta gantung. (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Harga tiket kereta gantung untuk pulang pergi 510 yen, sedangkan sekali jalan 270 yen. Perjalanan menuju kastil dengan kereta gantung hanya memakan waktu sekitar 3 menit.

Walau singkat, Anda bisa menyaksikan pemandangan alam di Kota Matsuyama. Biaya masuk kastil dipatok 510 yen untuk orang dewasa.

Memasuki gerbang besar kawasan kastil, pengunjung akan melewati jalan yang menanjak dan dinding kastil yang terbuat dari batu besar. Tur guide kami, Watanabe, menjelaskan kurang lebih 230 ribu batu besar diperlukan untuk membangun kastil ini.

Kastil Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati).

Sepanjang menuju bangunan utama kastil, terdapat pohon-pohon besar dan pohon plum yang mulai berbunga. Burung gagak pun berseliweran di kawasan kastil.

Kastil ini merupakan salah satu lokasi favorit menyaksikan bunga sakura mekar saat musim semi. Namun, karena masih pertengahan Februari, baru ada satu pohon sakura yang mekar. Sakura akar mekar sedikit demi sedikit sampai April nanti.

Maskot Kastil Matsuyama, Yoshiaki (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Di sini juga ada maskot Kuil Matsuyama, yaitu Yoshiaki Kun. Kato Yoshiaki merupakan orang yang membangun Kastil Matsuyama. Lokasi maskot ini berdiri menjadi salah satu objek favorit wisatawan berfoto.

 

2 dari 4 halaman

Pemandangan 4 Penjuru Mata Angin

Kastil dengan dinding batu ini dibangun dengan mempertimbangkan banyak aspek, terutama strategi pengamanan saat perang.

Misalnya saja, ada pintu masuk atau keluar yang tidak diketahui pihak luar, sehingga bila ada musuh menyerang, bisa disergap balik oleh pasukan di kastil.

Memasuki bangunan menara kastil, pengunjung akan diminta melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal yang telah disediakan.

Baju zirah para pemimpin di Kastil Matsuyama. (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Naik lantai pertama, di sini, pengunjung bisa menyaksikan benda-benda peninggalan dari kastil, seperti jubah perang, pedang, peti penyimpanan, hingga senjata api dalam ruangan kaca. Ada pula sejarah pembangunan dan siapa yang saja yang menjadi pemimpin kastil.

Anda juga bisa memegang katana untuk merasakan seberapa berat pedang samurai kala itu. Di sini, pengunjung bisa mencoba mengenakan pakaian perang penghuni kastil.

Senjata pertahanan di Kastil Matsuyama (Liputan6.com/ Mevi Linawati)

Untuk menuju lantai selanjutnya, Anda akan menaiki tangga yang cukup curam. Di sini terdapat ruangan besar yang dipakai untuk menonton tayangan video tentang sejarah kastil. Anda bisa duduk di bantal yang telah disediakan.

Kastil Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati).

Naik lantai berikutnya, paling atas, terdapat ruangan luas. Di sini, pengunjung bisa melihat Kota Matsuyama dari empat penjuru mata angin, timur, bara, utara, dan selatan.

Pemandangan dari balik Kastil Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati).

3 dari 4 halaman

Bagian 12 Kastil Bersejarah yang Bertahan

Kastil Matsuyama berada di puncak Gunung Katsuyama atau 132 meter di atas permukaan laut di pusat Kota Matsuyama.

Kastil yang dibangun sekitar tahun 1600-an ini merupakan satu dari 12 kastil asli Jepang yang bertahan dan selamat dari bencana. Kastil ini juga tetap utuh pasca-era feodal tahun 1868.

Setelah dibangun pada awal 1600-an oleh Kato Yoshiaki, tempat tersebut menjadi rumah bagi keluarga Matsudaira dan tetap demikian sampai akhir era feodal. Kastil ini pernah terbakar pada 1642, kemudian pada 1784 karena tersambar petir.

Di kawasan kastil juga terdapat sumur yang dalamnya mencapai 44 meter. Pemandu tur kami, Watanabe menjelaskan, setelah 44 meter tersebut, baru terdapat air. Air sumur masih sering digunakan, terutama untuk acara tahun baru.

"Ada dua gunung dipangkas dan dijadikan kastil. Jadi, sumur di sini berada di tengah dua gunung. Maka dari itu air sumur tetap ada," kata dia.

Kastil Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati).

Kato Yoshiaki lahir pada tahun 1563 di Prefektur Aichi. Ayahnya, Takaaki, masih terkait dengan klan Tokugawa, tetapi dikalahkan di pertempuran di Mikawa antara Ikoilki (biarawan, samurai, dan petani) dan samurai.

Takaaki meninggal dan Yoshiaki muda pun menjadi pengembara. Disebutkan, di akhir masa remajanya, ketika dia bekerja sebagai pawang kuda. Pengikut Toyotomi Hideyoshi menemukannya dan menjadikannya melayani Hideyoshi.

Yoshiaki kemudian bertarung dengan Toyotomi Hideyoshi di Shizugatake pada 1583 dan menjadikannya kepala suku terkenal. Pada 1586 dia menjadi penguasa Kastil Shichi di Awaiji (Prefektur Hyogo). Ia lalu menjadi penguasa Kastil Masaki di Iyo-no-kuni (Prefektur Ehime). Setelah kematian Toyotomi Hideyoshi, ia bertarung di bawah Tokugawa Ieyasu dalam Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600.

Kastil Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang (Liputan6.com/ Mevi Linawati).

Pada 1602 dia memulai pembangunan Kastil Matsuyama. Dia lalu dipindahkan ke Aizu di Prefektrr Fukushima pada 1627, sebelum pembangunan selesai. Dia meninggal pada 1631 di Edo (Tokyo) pada usia 69 tahun.

Kato Yoshiaki, penguasa wilayah Matsuyama memerintahkan Adachi Shigenobu untuk bertanggung jawab atas pembangunan kastil dan sekitarnya

 

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading