Sukses

3 Fenomena Menarik Gunung di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Beragam fenomena alam kerap terjadi di Indonesia. Salah satu lokasi yang dihampirinya adalah gunung-gunung di Indonesia. Tidak hanya mempercantik Indonesia, gunung juga kerap kali menjadi sasaran pendaki.

Para pendaki yang hobi menanjak, sering kali mendatangi satu persatu gunung sekedar untuk menjajal track atau jalur gunung tersebut. Nilai tambahnya, mereka akan disuguhi pemandangan cantik nan memukau dari gunung yang didatanginya.

Terlebih lagi, jika beruntung, kita bisa menemukan pemandangan langka yang memanjakan mata. Momen tersebut pastinya akan langsung diabadikan ke dalam sebuah foto atau video.

Belum lama ini, puncak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bertopi awan pada Senin 10 Desember 2019 pagi. Fenomena itu pun langsung ramai di media sosial.

Bahkan, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho turut angkat bicara. Menurutnya, fenomena tersebut adalah hal yang biasa.

Berikut fenomena unik gunung yang  terjadi di Indonesia:

 

2 dari 5 halaman

1. Gunung Sinabung

Gunung Sinabung kembali meletus hebat pada 19 Februari 2018 lalu. Letusan tersebut membubung tinggi hingga mencapai 5.000 meter atau 5 kilometer.

Menurut Kepala Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, terdengar suara bergemuruh saat Gunung Sinabung meletus. Selain itu, juga disertai awan panas dengan jangkauan ke arah timur laut.

"Sejauh 3,5-4,9 km dan ke arah selatan sejauh 4.900 m. Tidak ada korban jiwa," lanjut dia.

Tak hanya itu, saat Gunung Sinabung erupsi juga terjadi gempa selama 607 detik. Saat ini kondisi puncak Gunung Sinabung masih tertutup abu.

Dari sejumlah gambar yang diunggah Sutopo, terlihat kedahsyatan abu vulkanik yang disemburkan Gunung Sinabung. Bahkan abu vulkanik tersebut berbentuk gulungan asap.

Semburan abu vulkanik Gunung Sinabung juga menimbulkan pola gambar yang indah. Bila diperhatikan, semburan gunung Sinabung tersebut menyerupai kepalda singa.

 

3 dari 5 halaman

2. Karpet Awan di Gunung Kerinci

Menjamahi Gunung Kerinci menjadi cita-cita banyak pendaki gunung. Sebagai gunung api tertinggi di Indonesia dengan tinggi mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut, Kerinci yang berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat memang menawarkan tantangan petualangan yang hebat.

Treknya yang tertutup hutan membuat pendaki perlu tahu teori navigasi agar tidak tersesat. Apalagi trek pendakian akan berubah menjadi got, tempat air mengalir deras membawa bebatuan, saat kawasan gunung dilanda hujan.

Gunung Kerinci yang secara administrasi masuk dalam wilayah Provinsi Jambi, juga memiliki beberapa titik keindahan, antara lain kawah menawan berisi air belerang berwarna hijau, pemandangan Danau Bento yang merupakan rawa berair yang diklaim tertinggi di Sumatera, dan latar belakang keindahan Gunung Tujuh yang menjulang.

Namun keindahan Gunung Kerinci tak hanya sebatas itu. Tri Hardiyanto, juru bicara tim ekspedisi 7 Summits Indonesia in 100 Days kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu mengatakan, shelter tiga Gunung Kerinci menurutnya juga menjadi tempat yang cocok untuk menyaksikan keindahan alam.

Jika cuaca sedang bagus, saat pagi hari di tempat ini akan terlihat karpet awan yang bergerak terus seiring sinar matahari yang mulai keluar.

"Biasanya pendaki menargetkan bisa camp di sini, sebelum melanjutkan pendakian ke puncak. Shelter 3 sudah ketinggian 3.200 m dpl, sudah terbuka, kalau shelter sebelumnya kan trek masih tertutup hutan," ungkap Tri.

Tri juga mengatakan, saat cuaca sedang cerah dari shelter 3 juga dapat terlihat pemandangan Kota Jambi, dan jika di malam hari akan terlihat kerlipan lampu kota bak kunang-kunang yang hilir mudik berterbangan.

 

4 dari 5 halaman

3. Gunung Semeru Bertopikan Awan

Fenomena alam terjadi di puncak Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Senin 10 Desember 2019 pagi. Gunung tersebut seperti bertopikan awan.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kejadian alam di Gunung Semeru sebagai fenomena biasa. Masyarakat diminta tidak mengaitkannya dengan hal lain.

"Ini fenomena alam biasa saja. Tidak usah dikaitkan dengan mistis apalagi politik," kata Sutopo dalam akun twitternya, yang dikutip Liputan6.com, Selasa (11/12/2018).

Sutopo menjelasakan awan yang berada di puncak gunung berjenis lentikularis atau altocumulus lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak.

Untuk itu, dia menyarankan pemandangan alam Gunung Semeru itu dapat diabadaikan dalam momen istimewa. Karena sangat sedap dipandang mata.

"Bagi yang mau nikah, gunakan fenomena alam ini buat foto pre-wedding. Sungguh memesona! Cintamu akan terus terayomi meski ada turbulensi di hatimu," tulis dia.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Santri yang Dianiaya Rekan Sendiri Akhirnya Meninggal

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Pagi Menakjubkan di Gunung Andong
Artikel Selanjutnya
Sensasi Menyeruput Kopi di Puncak Marapi