Sukses

Ramai-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa Palu di CFD Bundaran HI

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat dari berbagai elemen berlomba-lomba menggalang donasi untuk korban gempa-tsunami di Kota Palu dan sekitarnya. Aksi kemanusiaan itu digelar dengan memanfaatkan ajang car free day (CFD) di Jakarta, Minggu (14/10/2018).

Berbagai kreasi dan inovasi ditampilkan untuk menarik perhatian masyarakat agar bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk sesama. Mulai dari aksi jenaka kelompok badut hingga aksi menegangkan komunitas pecinta olahraga ekstrem.

Para penghibur yang tergabung dalam Paguyuban Seniman Badut Indonesia (Pasbi) memiliki cara tersendiri saat menggalang dana bantuan kemanusiaan tersebut. Selain menampilkan atraksi-atraksi jenaka, mereka juga membagi-bagikan balon yang bisa dibentuk kepada anak-anak.

"Aksi ini kami lakukan setiap hari Minggu di sela-sela kesibukan kami bekerja. Ini juga dilakukan teman-teman Pasbi di daerah," ujar Wakil Ketua Pasbi Jakarta Barat, Ilung di lokasi.

Dana yang terkumpul langsung disalurkan ke Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong yang terdampak bencana gempa-tsunami. "Kebetulan ada anggota Pasbi juga yang di Palu, jadi begitu dana terkumpul langsung kami kirimkan," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Siswa dan Mahasiswa

Penggalangan dana ini juga dilakukan oleh sejumlah siswa dan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta. Ormas dan kelompok relawan kemanusiaan juga tak mau ketinggalan melakukan aksi serupa di kawasan CFD.

Aksi kemanusiaan yang tak kalah menyita perhatian masyarakat dilakukan oleh komunitas pecinta olahraga ekstrem, tricking. Sekelompok anak muda itu terlihat asyik melakukan gerakan-gerakan ekstrem, mulai dari salto, jungkir balik, hingga tendangan memutar.

Tricking terbilang baru di Indonesia. Olahraga ini merupakan kombinasi antara seni bela diri, gymnastic, dan breakdance. Tricking sudah cukup terkenal di luar negeri dan menjadi alternatif olahraga yang digandrungi anak-anak muda.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Kisah Desa Ramba di Palu, Dihuni Warga Religius dan Suka Gotong Royong
Artikel Selanjutnya
Nenek Tertua di Desa Ramba Selamat dari Reruntuhan Gempa Palu