Sukses

The Jakmania Serahkan Kasus Pengeroyokan Haringga pada Polisi

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Penasihat The Jakmania Richard Achmad Supriyanto mengimbau untuk tidak melakukan penyisiran terhadap Bobotoh serta warga Bandung yang melintas di Jakarta.

Ia menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus meninggalnya Haringga Sirila kepada pihak kepolisian. Seperti diketahui, Haringga Sirila meninggal dunia setelah dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh (suporter klub Persib) pada Minggu, 23 September 2018 kemarin di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

"Sudah kita himbau bahwa Jakmania tidak ada penyisiran. Kasus ini sudah Kita serahkan ke pihak kepolisian Poltabes Bandung," ujar Richard kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Dengan adanya kejadian ini, Richard mengaku akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Ia juga berjanji akan mengawal kasus meninggalnya Haringga sampai selesai.

"Harus Ada evaluasi menyeluruh di tataran operator. Jakmania akan mengawal kasus ini sampai selesai," tegas Richard.

Mengenai apa yang akan dievaluasi, dia enggan memaparkan. Karena menurutnya, hasil evaluasi ini nantinya akan berupa rekomendasi apa saja yang harus dilakukan oleh The Jakmania.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Meninggalnya Haringga

Sebelumnya, sepak bola Indonesia kembali berduka. Seorang supporter Persija Jakarta meninggal dunia setelah dikeroyok sejumlah oknum Bobotoh (suporter klub Persib).

Korban bernama Haringga Sirila (23) asal Cengkareng, Jakarta Barat, itu meninggal dunia di luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu, 23 September 2018 pukul 13.00 WIB.

Korban meninggal dunia sebelum laga Persib Bandung vs Persija berlangsung. Menurut keterangan kepolisian, ada seseorang yang dikejar massa di luar Stadion GBLA, tepatnya di area parkir gerbang biru. Orang-orang tersebut berteriak bahwa pemuda yang dikejar adalah pendukung Persija Jakarta.

Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso. Namun, massa mengeroyok korban dengan menggunakan balok kayu, piring, botol, dan benda-benda lainnya sehingga korban meninggal dunia.