Sukses

PDIP Harap Koalisi Tak Kecewa dengan Cawapres Pilihan Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira berharap tidak ada partai koalisi yang kecewa jika Ketua Umumnya tak terpilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) Presiden Jokowi. Sebab pemilihan salah satu cawapres adalah hal yang lumrah.

"Ya kalau kita berharap tidak akan ada yang kecewa karena ini bagaimana pun dalam rangka pencapresan itu juga dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan pemilihan presiden dan menegakkan demokrasi demi kepentingan bangsa dan negara," kata Andreas di Kompleks Parlemen, Senayam, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Menurut dia, banyak orang yang ingin duduk bersanding dengan Jokowi dalam Pilpres 2019. Namun begitu, keputusan itu akan dipilih Jokowi dan tentunya tidak memuaskan semua pihak.

"Menentukan satu calon wakil presiden ini suatu keharusan dari berbagai macam atau berbagai orang yang berminat untuk menjadi calon wakil presiden. Saya kira suatu proses yang biasa sekali bahwa mungkin tidak ada yang puas. Kita tidak bisa memuaskan semua orang," ungkap dia.

Cawapres Jokowi, lanjut Andreas, juga dipilih melalui beberapa pertimbangan yang sangat detail dan objektif. Dia menegaskan, cawapres ini juga akan memenuhi keinginan semua partai pedukung Mantan Gubernur DKI Jakarta itu di pilpres mendatang.

"Ya untuk itulah memang dalam melakukan recruitment sampai pada keputusan nanti itu dilakukan dengan berbagai macam pertimbangan dan sangat hati-hati tapi tetap objektif, sehingga kemudian ini juga akan apa menjaga soliditas partai," ucapnya.

 

2 dari 2 halaman

Mengerucut Lima Nama

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan partai politik pendukung hingga kini masih menggodok sejumlah nama cawapres yang layak mendampinginya di Pilpres 2019. Dari 10 nama yang beredar selama ini, sudah mengerucut menjadi lima cawapres.

"Sepuluh mengerucut ke lima," ujar Jokowi.

 

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan tayangan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Dukung Jokowi, Khofifah Tetap Komunikasi dengan Oposisi
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Tak Mudah Ambil Alih 51 Persen Saham Freeport