Sukses

Jokowi Jadi Imam Salat di Afghanistan Menuai Pujian dari PKS

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tetap mengunjungi Afghanistan meski Ibu Kota negara itu, Kabul, baru saja mendapat teror dari militan pada Sabtu 27 Januari. Bahkan, Jokowi sempat menjadi imam salat dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menjadi makmumnya.

Politikus PKS Hidayat Nur Wahid memuji aksi Jokowi. Menurut Wakil Ketua MPR RI itu, apa yang dilakukan Jokowi adalah hal yang luar biasa.

"Satu hal yang luar biasa, Presiden RI ada yang kedua kali datang ke Kabul, Afghanistan, dan jadi imam, dan melakukan fungsinya dengan baik. Ini satu hal yang sangat inspiratif," ucap Hidayat di Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Karena itu, dia berharap apa yang dilakukan Jokowi bisa mempererat hubungan kedua negara. Karena hal itu bisa saja membekas bagi Afghanistan.

"Dengan fungsi Beliau menyatukan dan jadi imam bahkan makmumnya Presiden Afghanistan dan sebagainya, mudah-mudahan akan membekas tentang betapa seorang pemimpin tetap hamba Allah yang melakukan salat, jadi imam dan diikuti," tutur Hidayat.

Dia pun berharap, cara seperti Jokowi ini terus dijaga. Sehingga bisa memperlihatkan sosok seorang kepemimpinan yang ingat salat.

"Karenanya mudah-mudahan sifat semacam ini tetap terjaga dan menghadirkan kepemimpinan yang sesuai kepemimpinan seorang imam dalam salat," Hidayat memungkas.

2 dari 2 halaman

Detik-Detik Jokowi Jadi Imam

Hari keenam dalam kunjungannya ke lima negara, Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi beserta rombongan pada hari Senin, 29 Januari 2018, telah meninggalkan Bangladesh untuk melanjutkan lawatan ke Afghanistan.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan Ibu Negara Iriana lepas landas pada pukul 09.20 waktu setempat (WS) atau 10.20 WIB dari Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh.

Setibanya di Kabul, Afghanistan, Presiden Jokowi beserta rombongan melakukan kunjungan kenegaraan ke Istana Presiden Arg.

Di sana, Presiden Jokowi disambut langsung oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Selanjutnya, Presiden mengikuti serangkaian kegiatan kenegaraan, yaitu Tete-a-Tete, pertemuan bilateral dan memberikan pernyataan pers bersama.

Presiden juga bertemu High Peace Council (HPC) Afghanistan di Istana Haram Sarai (Wisma Negara). Setelah itu, Presiden akan mengikuti jamuan santap siang bersama di Istana Presiden Arg.

Melalui video yang dirilis oleh Biro Pers Sekretariat Kepresidenan RI, terlihat kedua pemimpin tersebut memasuki sebuah masjid dengan dipayungi pengawal.

Setelah keduanya berada di dalam masjid, Presiden Jokowi terlihat melepaskan peci yang dikenakannya, lalu digantinya dengan songkok khas Afghanistan. Peci putih itu telah dibalut dengan kain berwarna abu-abu dan hitam, sehingga tampak seperti sorban yang dililitkan di kepala.

Saat itu, Presiden Ashraf Ghani-lah yang memberikan dan memakaikan tutup kepala tersebut secara langsung kepada Jokowi.

Tak lama setelahnya, Ashraf juga memakaikan sebuah mantel tenun berwarna cokelat kepada orang nomor satu di Indonesia itu. Bahkan, Ashraf tak segan untuk merapikannya.

Namun, bukan berarti Jokowi tak memberikan apa pun kepada Ashraf. Ia memberikan sebuah kopiah berwarna hitam, seperti yang dikenakannya, untuk Ashraf. 

Setelahnya, dalam rekaman tersebut terlihat Jokowi menjadi imam dalam sebuah salat dan Ashraf menjadi makmumnya, tepat satu shaf di belakang Jokowi. Seluruh rombongan kedua pemimpin negara itu pun menjadi makmum Jokowi.

Usai salat, Jokowi tak segan untuk menyapa semua jemaahnya dan menyalaminya satu per satu. Ia juga menyalami dan mengobrol sejenak dengan tujuh anak kecil yang ikut serta dalam salat.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Gula Rayuan Kursi Menteri Jokowi Goyahkan Oposisi?
Artikel Selanjutnya
PDIP Berharap Jokowi Tak Banyak Ubah Nomenklatur Kabinet