Sukses

VIDEO: Ancaman Keamanan Bayangi Olimpiade 2016 Brasil

Liputan6.com, Jakarta - Persiapan Olimpiade 2016 Brasil dibayangi ancaman keamanan, terutama akibat resesi ekonomi parah yang memunculkan ketidaksukaan warga Brasil terhadap penyelenggaraan Olimpiade di negerinya.

Untuk menangani masalah keamanan selama penyelenggaraan Olimpiade, Brasil mengerahkan sekitar 85 ribu polisi dan tentara untuk berjaga-jaga di ruas-ruas jalan Kota Rio di sekitar lokasi pertandingan serta perkampungan atlet.

Sementara kapal Angkatan Laut berpatroli di perairan sekitar Pantai Copacabana dan Teluk Guanabara, yang bakal lebih ramai oleh turis dan penonton Olimpiade mulai pekan depan.

Institusi kepolisian Brasil bahkan membatalkan semua cuti para polisi hingga akhir Olimpiade dan bekerja sama dengan Amerika Serikat, Prancis juga beberapa negara lainnya untuk meningkatkan keamanan.

Jalur metro yang baru dibangun menghubungkan antara pusat Kota Rio dengan taman Olimpiade di Barra de Tijuca, di mana Olimpiade digelar juga tidak luput dari penjagaan.

Sementara itu tiga hari jelang pembukaan, sejumlah kontingen dari negara-negara yang berpartisipasi di Olimpiade terus berdatangan.

Kontingen Olimpiade dari Jepang, Kanada dan Turki tiba di bandara pada Selasa pagi (2/7/2017), waktu setempat, disusul oleh delegasi asal Kosovo.

Rio de Janeiro akan menjadi saksi perdana, negara dengan persentase umat Islam terbesar di Eropa, yakni Kosovo menjadi peserta dalam perhelatan akbar Olimpiade 2016.

Kosovo resmi menjadi negara ke-205 yang tergabung dengan komite Olimpiade Internasional (IOC).