Sukses

Ahok-Haji Lulung 'Panas' Soal Kalijodo dan Alexis

Liputan6.com, Jakarta - Rencana pembongkaran Kalijodo di Jakarta Utara memantik hubungan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung kembali menegang. Keduanya melempar pernyataan terkait kesigapan dalam menertibkan kawasan prostitusi tersebut.

Ketegangan itu muncul terkait ucapan Haji Lulung yang meminta Pemprov DKI tak menggunakan kekerasan dalam menggusur warga di Kalijodo. Ia tak ingin insiden seperti saat penggusuran di Kampung Pulo pertengahan 2015 terulang lagi. Dirinya yakin warga Jakarta bisa diajak dialog dengan baik.

"Harus berangkat dari tokoh lokal di situ. Jangan ada lagi backhoe terbakar. Jangan ada lagi gas air mata. Rakyat bisa diajak ngomong yang baik, secara manusiawi," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat 12 Februari 2016.

Dia lantas menantang Ahok untuk menertibkan Kalijodo ‎tanpa perlawanan. "Kalau Ahok tidak sanggup, biarkan saya yang ke sana (Kalijodo). Saya yakin mereka mengenal saya dengan baik," ucap Lulung.

Aktivitas warga Kalijodo pada siang hari di Jakarta, Kamis, (11/02). Kalijodo merupakan tempat perjudian dan lokalisasi terbesar di Jakarta barat. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Sehari berselang, Ahok pun menjawab keinginan Lulung. Mantan bupati Belitung Timur menilai, Haji Lulung juga tidak akan mampu merangkul warga dan membenahi kawasan Kalijodo.

Berkaca pada penertiban pedagang Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 2014 lalu, Ahok menilai Lulung malah tidak memiliki peran sama sekali.

"Haji Lulung gini aja deh, terima kasih sama Pak Haji Lulung yang udah mau bantu, Tanah Abang aja dia enggak bisa beresin," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Sabtu 12 Februari 2016.

1 dari 2 halaman

Penertiban Alexis

Tak hanya memanas soal Kalijodo, ketegangan juga merambat ke bisnis esek-esek di tempat lain. Haji Lulung menyebut ada praktik prostitusi di Alexis dan Malioboro. Dia pun menantang Ahok untuk menertibkan dua hotel dan spa yang berlokasi di Jakarta Utara tersebut.

"Alexis izinnya griya sehat. Ada pelacuran di sana. Mau enggak Ahok tertibkan di sana. Malioboro izinnya griya sehat, yang ada pelacuran," kata Lulung di Jakarta, Jumat 12 Februari 2016 malam.

"Harus adil dan harus ditertibkan. Kalau pijit, jangan terus pijit all in," Lulung menambahkan.

Mendapat tantangan itu, Ahok menegaskan tak akan bisa menertibkan dugaan praktik esek-esek di tempat tersebut.

"Itu enggak mungkin bisa. Di apartemen, di rumah kamu kira di rumah enggak ada perzinahan," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu 13 Februari 2016.

Praktik prostitusi, kata Ahok, lahir sejak dulu. Karena itu, yang dilakukan adalah menertibkan prostitusi yang berpotensi menyebarkan penyakit.

"Bagi saya, prostitusi sudah ada dari zaman Nabi. Yang penting jangan menyebarkan penyakit. Yang kelas menengah ke bawah ini bakal penyakit," ucap Ahok.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Catus Laswanto, mengatakan kedua tempat tersebut memiliki izin usaha hiburan, salah satunya adalah spa.

Baru sebulan duduk di kursi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Catur mengaku belum ada laporan dari bawahannya terkait penyalahgunaan izin hiburan menjadi tempat prostitusi.

"Enggak ada laporan soal itu, setahu saya mereka usaha bar, lounge, ada spa juga," kata Catur, saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu 13 Februari 2016..