Sukses

Cegah Begal Motor, Garda Bangsa Gelar Safe on the Street

Liputan6.com, Surabaya - Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Jawa Timur menggelar kampanye Cegah Begal di perempatan Jalan Raya Darmo, Kota Surabaya.

Kegiatan yang bertema 'Safe on the Street' itu juga melibatkan beberapa personel kepolisian. Terutama turut membantu keamanan dan kelancaran jalan serta memasangkan pin bertuliskan tema tersebut kepada para pengendara bermotor.

Menurut Ketua DKW Garda Bangsa Jatim, M Kabil Mubarok, kegiatan ini sekaligus bagian dari peringatan hari lahir (harlah) ke-16 Garda Bangsa.

"Kami mengajak kepada seluruh warga masyarakat, terutama kepada pengendara motor. Sebab dalam beberapa kurun waktu minggu terakhir banyak peristiwa begal yang terjadi di beberapa daerah, terutama di daerah Jawa Timur dan Surabaya," ucap Kabil, Jumat (6/3/2015).

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh pengendara bermotor dan juga kepada masyarakat untuk berhati-hati. "Dan kami juga menyebarkan selebaran nomor-nomor penting jika terjadi suatu hal kejahatan yang ada di jalan mungkin bisa membantu para pengendara bermotor."

Dia menambahkan, fokus utama dari peringatan Harlah ke-16 Garda Bangsa adalah mengenai para pemuda yang pengangguran dan putus sekolah, yang rata-rata banyak dialami oleh para pelaku begal tersebut.

"Atas dasar tersebut, maka kami mengimbau kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah betul-betul memperhatikan anak muda. Karena nanti ini akan menjadi bagian yang terpenting perjuangan di Indonesia yang akan datang," pungkas M Kabil Mubarok.

>> Kring Serse >>

2 dari 2 halaman

Kring Serse

Kring Serse

Antisipasi terhadap begal motor juga terlihat di Bandung, Jawa Barat. Jajaran Polrestabes Bandung pun menerapkan Siaga I mengantisipasi aksi begal di Kota Bandung. Meski belum mendapat laporan aksi begal, langkah tersebut perlu dilakukan demi keamanan Kota Kembang.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib mengatakan pihaknya mengefektifkan fungsi Kring Serse dalam menanggulangi hal ini.

Salah satu caranya adalah dengan berpatroli selama 24 jam. Bukan patroli sembarangan namun petugas kepolisian tanpa seragam diterjunkan dalam patroli ini.

"Kring Serse kita tambah intensitasnya. Anggota yang melakukan patroli menggunakan sepeda motor dan tidak menggunakan seragam alias pakaian preman. Waktunya dan tempat acak hanya intensitasnya sering," tutur dia saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jumat 6 Maret 2015.

Selain itu dalam setiap patrolinya, Kring Serse Polrestabes Bandung dilengkapi senjata api. Alasannya dari berbagai kejadian pembegalan, para pelaku kerap kali berbuat sadis dengan melukai korbannya menggunakan senjata tajam atau bahkan senjata api.

Aksi tegas pun akan dilakukan bila para pelaku masih nekat dengan berusaha melarikan diri atau menyerang korbannya atau bahkan petugas kepolisian.

"Kita akan tindak tegas para pelaku kejahatan jalanan atau begal. Sesuai SOP (standar operasional dan prosedur) bila tidak menuruti tembakan peringatan kita akan tembak di tempat," tukas Ngajib.

Diharapkannya dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh pihak Polrestabes Bandung dapat mencegah aksi pembegalan di Kota Bandung. "Kita berharap agar Kota Bandung aman. Segala upaya akan dilakukan demi kenyamanan masyarakat," pungkas Mokhamad Ngajib. (Ans)